Jakarta, Aktual.co — Gerakan Menabung Pohon menggelar aksi demo di Gedung Pusat PT Pertamina. Mereka menuntut agar Pertamina menyelesaikan kewajibannya yakni membayar hak petani dah relawan sesuai dengan perjanjian. Pasalnya mereka sampai saat ini belum mendapatkan bayaran dari Pertamina Foundation perihal penanaman pohon yang di galakan Pertamina.
Akhmad Sultoni Ketua Komunitas Gerakan Menabung Pohon Indonesia mengatakan, berdasarkan laporan dari semua relawan campain saat ini kurang lebih telah tertanam 230 juta pohon, yang tersebar di 3.335 desa diseluruh wilayah Indonesia dan 100 juta pohon sudah disetujui Pertamina Foundation tetapi belum dibayar.
“Bagi kami sangat luar biasa dengan waktu yang pendek dua tahun sudah bisa tertanam 230 juta pohon, tidak cukup disitu saja, pencapaian lainnya yaitu dua rekor MURI. Rekor pertama penanaman 20 juta pohon serentak dan terbanyak oleh Pertamina bersama TNI AD pada tahun 2013 ini, yang sudah dibayar lunas. Rekor kedua penanaman terbanyak 62 juta pohon dalam satu tahun oleh Pertamina pada tahun 2013 ini yang belum dibayar,” ujar Akhmad di Jakarta, Selasa (9/6).
Akhmad menilai aneh, ketika Pertamina Foundation menghentikan program GMP sampai batas yang tidak bisa ditentukan, karena ada penggantian pengurus yayasan. Padahal pada posisi relawan, petani dan pembibit sebagai besar belum diberikan pembayaran oleh Pertamina Foundation.
“Semangat para petani guna mencapai 1 miliar pohon seketika terhenti saat kami menerima surat resmi tertanggal 26 Januari 2015 itu,” kata dia.
Dia pun menuntut kepada Pertamina segara membayar hak para petani dan relawan sesuai perjanjian. Dia pun meminta agar oknum Pertamina Foundation ditindak tegas. “Ini kan penghianat penggiat lingkungan. Segera akhiri adu domba antar penggiat GMP sehingga tidak ada korban-korban lagi dalam mendukung, dilanjutkan untuk kebaikan alam, untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai paru-paru dunia.”

(Wisnu)