Jakarta, Aktual.co — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan bus transjakarta pada 2013 dengan terdakwa Drajad Adhyaksa dan Setiyo Tuhu, Senin (10/11).
Dalam persidangan hari ini, jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Saksi-saksi itu adalah Prawoto, Rusmudi Suti, Agus Krisnowo, dan Setyo Margo Utomo.
Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Supriyanto sempat mencecar Agus ihwal beberapa kejadian bus transjakarta yang kerap terbakar. Awalnya, Hakim Ketua Supriyanto meminta Agus menjelaskan soal spesifikasi bus transjakarta.
Sebab, Agus merupakan fungsional perekayasa BPPT sekaligus Ketua Tim Perencana digandeng Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dalam pengadaan bus transjakarta 2013.
Agus pun lantas menjelaskan panjang lebar rincian spesifikasi bus karatan dari Tiongkok itu. Yakni mulai dari pembatasan berat, dimensi bus, spesifikasi mesin, dan bahan bakar. Di tengah penjelasan itu, Hakim Ketua Supriyanto lantas memotong dan bertanya ihwal penyebab terbakarnya bus transjakarta.
“Nah kalau sering kebakar gimana? Itu kan sering kita lihat. Apa ada komponen yang tidak sesuai spesifikasi?,” Tanya Hakim Ketua Supriyanto.
“Mungkin sepengetahuan kami banyak faktor. Bisa dari kabel. Selang radiator tidak memenuhi standar. Kalau panas melepuh. Bisa juga sistem pemompaan pada tabung,” jawab Agus.
Namun, Hakim Ketua Supriyanto nampak tidak puas dengan jawaban Agus. Dia meminta Agus menjawab lebih detail soal aspek spesifikasi teknis terkait keselamatan penumpang.
“Inilah hubungannya dengan pertanyaan saya. Spesifikasi tadi. Apakah itu dari komponen? Spesifikasi kan demi keselamatan juga. Apa speknya? Apakah itu penyebabnya?” Kata Hakim Supriyanto.
“Kami kurang tahu. Soal itu ada tim lain, tim pengawas, kami cuma perencana.”
Lantas hakim pun menceramahi Agus. Dia mengatakan semestinya kejadian bus transjakarta terbakar menjadi pelajaran buat semua pihak agar tidak lalai dalam mengadakan pengadaan.
“Sensitif sekali. Ini yang dipakai untuk transport kita, kalangan menengah ke bawah. Kalau kebakar artinya enggak hati-hati. Kan muncul pertama kali ada yang karat itu kan,” kata hakim. 

(Wisnu)

(Nebby)