Jakarta, aktual.com – Wakil Presiden (Wapres) ke-9 RI Hamzah Haz dalam rangka memperingati HUT RI, Rabu, mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan identitas bangsa Indonesia yang besar, disegani, dan beragama kepada masyarakat dunia.

“Kita menjadi bangsa yang besar, yang disegani oleh dunia. Tunjukkanlah identitas bangsa Indonesia ke depan, bahwa kita adalah bangsa yang besar, dan bangsa yang beragama,” kata Hamzah Haz dalam testimoninya yang ditayangkan Sekretariat Presiden sebagai rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta, Rabu (17/8).

Hamzah mengatakan Indonesia diberikan karunia yang begitu besar dan luar biasa karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang begitu banyak.

“Kita diberi karunia Allah SWT luar biasa, tidak ada di dunia ini yang seperti Indonesia. Pertama sumber daya alamnya kita besar, penduduknya juga begitu. Dengan keadaan yang demikian kita menjadi bangsa yang besar, yang disegani oleh dunia,” ujar Wapres periode 2001-2004 itu.

Testimoni para Presiden dan Wapres yang pernah memimpin negeri ini ditayangkan Sekretariat Presiden sebagai rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada Rabu.

Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi akan dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sebelum dimulai, rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi akan diawali dengan kirab bendera dan naskah proklamasi dari Monumen Nasional ke Istana.

Selain itu, Istana Kepresidenan juga menyuguhkan beragam pertunjukan seni disuguhkan menjelang Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

Mulai pukul 07.30 WIB, Paduan Suara Gita Bahana Nusantara tampil di panggung utama dan dilanjutkan dengan penampilan penyanyi Vidi Aldiano dan penyanyi Lyodra. Terdapat juga penampilan dari ciri khas kebudayaan daerah seperti Reog Ponorogo dari Jawa Timur dan Tarian Lumense dari Sulawesi Tenggara.

Upacara Peringatan Detik-Detik proklamasi Kemerdekaan RI dijadwalkan dimulai tepat pada 09.45 WIB.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)