Jakarta, Aktual.co — Minimnya pasokan cabai merah keriting dari petani di Kabupaten Rejanglebong Bengkulu, saat ini membuat harga jualnya di daerah itu kian melambung hingga mencapai Rp65.000 per kilogram.
“Pasokan dari petani lokal saat ini tidak ada, cabai merah yang beredar sekarang berasal dari Lampung dan Jawa sehingga tidak heran kalau harga jualnya sudah mencapai Rp65.000 per kg. Jika sampai beberapa minggu ke depan belum ada petani yang panen kemungkinan harganya bisa naik lagi,” kata Rusnawati (50), salah seorang pedagang cabai di kawasan Pasar Atas Curup, Sabtu (8/11).
Selain harga jual cabai merah keriting yang mengalami kenaikan dari Rp60.000 pada pekan lalu menjadi Rp65.000 per kg kata dia, juga terjadi pada harga jual cabai rawit dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kg.
Naiknya harga jual cabai merah dan cabai rawit itu sendiri saat ini membuat tingkat penjualan pedagang mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya pembelian yang dilakukan konsumen.
Cabai yang dijual pedagang di daerah tersebut tambah dia, kebanyakan dari Jawa atau yang disebut pedagang setempat cabai kardus, karena cabai yang dikirim oleh agen sayuran di Jawa melalui bus antarprovinsi dengan menggunakan kardus.
Cabai ini mereka beli dari agen seharga Rp45.000 hingga Rp55.000 per kg, sedangkan untuk cabai rawit didatangkan dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Kepahiang dan beberapa daerah di Sumsel dengan harga beli rata-rata Rp40.000 per kg.
Jika harga cabai merah dan rawit mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebaliknya harga jual aneka sayuran di daerah itu malah mengalami penurunan.
“Kalau harga cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup tinggi sebaliknya harga jual sayuran ditingkatan petani malah turun drastis, untuk terong saat ini masih dikisaran Rp500 per kg, kemudian kol bulat dikisaran Rp1.500 per kg, kemudian tomat kurang dari Rp1.000, sawi pahit Rp1.100, dan sawi manis Rp1.200 per kg,” ujar Hariyanto (38) salah seorang petani sayuran di Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah.
Untuk itu dia berharap harga jual aneka sayuran asal daerah itu dapat naik kembali sehingga tidak terjadi perbedaan yang mencolok dengan komuditas pertanian lainnya, apalagi saat ini mereka sedang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi serta naiknya harga benih sayuran maupun obat-obatan pertanian.

()