Surabaya, Aktual.com —  Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengumpulkan para pengusaha Gula di Jatim seiring naiknya harga gula sejak tiga minggu lalu.

“Akan kita kumpulkan semua pengusaha gula dan pabrik-pabriknya. Biar kita tahu apa permasalahannya, sehingga gula kita harapkan harganya bisa turun. Kita tanyakan untuk saat ini harga yang mereka terapkan itu harga normal atau ada faktor lainnya?” ujar‎ Gubernur Jatim, Soekarwo, Selasa (24/5).

Sokarwo mengatakan‎, pada pertemuan nanti ada pokok-pokok penting yang dibicarakan. Sebab, dari hasil operasi pasar harga gula memang mengalami kenaikan. Tetapi, di sisi lain ada yang harus dipertanyakan pada pengusaha gula, apakah pengusaha sengaja mengambil keuntungan yang terlalu besar atau karena memang kendalanya ada di pabrik.

Sejauh ini, menurut Soekarwo, kondisi gula di Jatim dalam keadaan surplus. Tetapi, mengapa terjadi kenaikan harga gula seperti daerah lain.

‎Budaya kuliner, lanjut Soekarwo, pada Romadhon memang menjadikan masyarakat menjadi konsumtif. ‎Akhirnya terjadi ‘panic buying’ yang seolah-olah stok barang menipis. Padahal, ketersediaan masih normal. Sehingga, masyarakat berlomba membeli untuk di rumah sebagai stok dan terkesan membuat permintaan makin naik.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Maimun, mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap SKPD terkait agar masalah kenaikan gula di Jatim bisa teratasi.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan kenaikan harga ini. Kami juga meminta kepada pemprov Jatim agar terus melakukan pengendalian harga dengan melakukan operasi pasar dan subsidi angkut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Jatim Ardhi Prasetyawan mengatakan memang ada beberapa kenaikan barang pada kebutuhan pokok. Diantaranya, gula yang semula Rp12.000 menjadi Rp13.500, Daging yang semula Rp100.000 menjadi Rp107.000 per kg.

“Sekarang bawang merah masuk ke titik Rp38.000. kami upayakan subsisidi angkut maju, inginnya dari semula tanggal 1 Juli semoga bisa mulai tanggal 26 Mei,” ujarnya.‎

(Ahmad H. Budiawan)

()