New York, Aktual.com – Harga minyak dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (13/2) pagi WIB, karena para pedagang mempertimbangkan laporan bulanan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

“Permintaan minyak dunia akan tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada 2018, karena ekonomi dunia yang sehat menambah bantuan terhadap upaya-upaya kelompok produsen untuk menghapus kelebihan pasokan minyak mentah dengan memotong produksi mereka,” kata laporan bulanan OPEC, seperti yang diberitakan Xinhua, Selasa.

Namun, tambah laporan itu, pasar global akan kembali ke keseimbangan menjelang akhir 2018, karena harga-harga yang lebih tinggi mendorong Amerika Serikat dan produsen non-anggota OPEC lainnya untuk memompa lebih banyak minyak.

Namun, kenaikan produksi AS terus membebani pasar. Jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS meningkat sebanyak 26 rig menjadi total 791 rig pada minggu lalu, mencatat kenaikan mingguan tertinggi dalam setahun lebih, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya pada Jumat (9/2).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik tipis 0,09 dolar AS, menjadi menetap di 59,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, turun 0,20 dolar AS menjadi ditutup pada 62,59 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

 

Ant.

()