Ilustrasi- Kilang minyak Rusia

Jakarta,Aktual.com –  Harga minyak sedikit lebih rendah di sesi Asia pada Selasa (17/5) sore, karena Hongaria menolak desakan Uni Eropa untuk larangan impor minyak Rusia, sebuah langkah yang akan memperketat pasokan global, dengan investor mengambil keuntungan dari reli baru-baru ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 11 sen atau 0,1 persen, menjadi diperdagangkan di 114,13 dolar AS per barel pada pukul 06.02 GMT. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berkurang 22 sen atau 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di 113,98 dolar AS per barel.

Kedua kontrak acuan harga minyak naik lebih dari dua persen pada Senin (16/5), menyusul lonjakan empat persen pada Jumat (13/5).

Para menteri luar negeri Uni Eropa gagal pada Senin (16/5) dalam upaya mereka untuk menekan Budapest agar mencabut vetonya atas embargo minyak yang diusulkan terhadap Rusia menyusul invasi negara itu ke Ukraina. Embargo akan membutuhkan persetujuan dari semua negara Uni Eropa.

Di sisi pasokan, produsen AS meningkatkan produksi untuk mengisi kembali persediaan yang telah berkurang setelah perang Rusia di Ukraina – yang disebut Moskow “operasi militer khusus” – dan pemulihan dari pandemi COVID-19.

Produksi minyak di Permian Basin di Texas dan New Mexico, produsen minyak serpih terbesar AS, akan naik 88.000 barel per hari (bph) ke rekor 5,219 juta barel per hari pada Juni, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Senin (16/5).

Namun sentimen keseluruhan pada harga minyak tetap bullish di tengah optimisme tentang pemulihan permintaan di China karena tampaknya akan melonggarkan pembatasan COVID yang telah merugikan ekonominya, kata para analis.

“Semua data pasokan menunjukkan penurunan akan dangkal meskipun potensi kehancuran permintaan dari penguncian China tetapi bahkan dalam pandangan itu, kami melihat cahaya di akhir perdagangan terowongan penguncian,” kata Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes, dalam sebuah catatan.

Shanghai pada Selasa mencapai tonggak sejarah yang telah lama ditunggu-tunggu selama tiga hari berturut-turut tanpa kasus COVID-19 baru di luar zona karantina dan pada Senin (16/5) menetapkan jadwal paling jelas untuk keluar dari penguncian sekarang di minggu ketujuh.

Pendukung harga lebih lanjut adalah “ketegangan geopolitik yang semakin intensif” antara Uni Eropa dan Rusia ketika Swedia dan Finlandia berusaha untuk bergabung dengan NATO, kata Analis CMC Markets, Tina Teng.

“Ini dapat menyebabkan tindakan pembalasan oleh Rusia untuk lebih lanjut memotong pasokan gas,” tambahnya.

Stok di Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS turun menjadi 538 juta barel, terendah sejak 1987, data dari Departemen Energi AS menunjukkan pada Senin (16/5/2022), menggarisbawahi pasokan yang ketat.

(Arie Saputra)