Jakarta, Aktual.co — Berada di lembaga pemasyarakatan sudah pasti banyak dengan aturan dan larangan. Itu juga yang dirasakan Tran Thu Bich Hanh (37), narapidana di Lapas Wanita Bulu Semarang. Namun jelang eksekusi mati terhadap dirinya, wanita asal Vietnam itu bisa mengerjakan hobinya di ruang isolasi.
Melepas kesedihan dan emosi yang dipendamnya setelah mengetahui dirinya akan dieksekusi, Tran atau kerap disapa Asien mengungkapkannya dengan lagu. Ia bernyanyi sambil memainkan gitar di ruang khusus di Lapas Wanita Bulu sebelum dibawa ke lokasi eksekusi. “Dia bernyanyi sambil main gitar,” kata Kalapas Wanita Bulu, Suprobowati, Jumat (16/1), seperti dikutip detik.com.
Selama di dalam Lapas Wanita Bulu, Asien memang harus menaati peraturan tidak boleh merokok, makanan tidak sembarangan, dan lain sebagainya. Ketika berada di ruang isolasi, beberapa keinginannya dipenuhi, diantaranya merokok dan makan kuliner Vietnam. “Walau di lapas dilarang merokok, tapi kami memenuhi keinginannya itu. Dia ingin makan masakan Vietnam juga kami penuhi. Saya lupa nama masakannya,” jelas Suprobowati.
“Diisolasi dia tidak stres. Jangan dibayangkan ruang isolasi itu menyeramkan,” imbuhnya. Meski awalnya terlihat tegar saat mendengar dirinya akan dieksekusi, Asien terkadang masih terlihat sedih. Bahkan kepada rohaniawan, Asien mengungkapkan tidak ingin mati. “Dia juga protes kepada dirinya sendiri karena saat harus menopang keluarga, dia harus menjalani hukuman tersebut,” pungkas Suprobowati.
Asien menyelundupkan 1,1 kg sabu di Bandara Adi Sumarmo Solo. Pada 22 November 2011, ia dijatuhi hukuman mati oleh PN Boyolali. Asien sudah mengungkapkan permintaan terakhirnya yaitu tidak diborgol saat eksekusi dilaksanakan.

Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Disclaimer
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.














