Jakarta, Aktual.com — Gempa bumi dengan kekuatan 6,5 pada Skala Richter mengguncang Samudra Pasifik di lepas pantai Kepulauan Solomon pada Jumat (10/7), tapi tak ada peringatan ancaman tsunami yang dikeluarkan.

Gempa tersebut mengguncang wilayah 154 kilometer di sebelah barat-daya Dadali dan 170 kilometer sebelah barat Ibu Kota Kepulauan Solomon, Honiara, dengan kedalaman 20 kilometer, sebut US Geological Survey.

Seorang juru bicara Kantor Penanganan Bencana Nasional di Kepulauan Solomon mengatakan, “Saat ini, tak ada laporan yang telah diterima mengenai kerusakan apa pun.” USGS sebelum mengukur gempa bumi itu berkekuatan 7,0 pada Skala Richter. Gempa susulan dengan kekuatan 5,3 pada Skala Richter mengikuti gempa yang lebih kuat tersebut.

“Honiara tentu telah merasakan ini. Akan ada guncangan, tapi hanya guncangan kecil pada jarak ini,” kata ahli seismologi dari Geoscience Australia Jonathan Bathgate, sebagaimana dilansir Xinhua, pada Jumat.

“Tampaknya tak ada banyak kerusakan, jika ada.” Pada 2013, Kepulauan Solomon dilanda tsunami setelah gempa bumi dengan kekuata 8,0 pada Skala Richter.

Sedikitnya 10 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banyak bangunan hancur.

(Ant)

()