Jakarta, Aktual.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan menggelar demo tolak kenaikan BBM di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat hari ini Senin (5/9).

“Kami sebagai PMII sangat menyayangkan kebijakan pemerintah tersebut. Kami mengutuk keras keputusan pemerintah yang tidak mempertimbangkan kondisi masyarakat,” kata Ketua Umum PB PMII Abdulla Syukri melalui keterangan tertulisnya, Minggu (4/9).

Syukri menuntut pemerintah segera mencabut kebijakan kenaikan BBM tersebut. Dia menyatakan sudah berkoordinasi dengan seluruh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) PMII di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi demo.

“Kami akan serempak turun aksi kejalan di berbagai daerah. Kami tidak segan juga akan turun aksi di depan Istana dan mengerahkan 2.000 kader dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dia pun menjelaskan, jika pemerintah mau menaikkan harga BBM maka harus diimbangi dengan kenaikan upah buruh dan fasilitas publik yang memadai. Pihaknya menyatakan tidak terima jika pemerintah membandingkan harga BBM di dalam negeri dengan negara lain, sehingga menjadi pertimbangan menaikan harga BBM.

“Harusnya upah buruh, fasilitas kesehatan dan fasilitas publik juga harus diperbaiki terlebih dahulu. Sedangkan saat ini yang terjadi sangat berbanding terbalik,” tegas Syukri.

Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan non-subsidi pada Sabtu kemarin, 3 September 2022. Harga Pertalite yang sebelumnya Rp7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter, solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara BBM non-subsidi Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Kenaikan ini merupakan yang kedua kalinya bagi BBM non-subsidi Pertamax dalam rentang waktu enam bulan terakhir. Pada April lalu, pemerintah menaikkan harga Pertamax dari Rp 9 ribu menjadi Rp 12.500.

Demo Tolak kenaikan BBM di sejumlah daerah pun sudah terjadi pada Sabtu kemarin. Selain PMII, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Partai Buruh juga berencana menggelar demo, namun demo tersebut akan dilakukan pada Selasa, 6 September 2022.

(Warto'i)