Dalam kesempatan yang sama Sahroni mengingatkan semua pihak tak saling menyalahkan satu sama lain saat terjadi aksi bom bunuh diri yang menjadi wujud terorisme. Persoalan terorisme dipandangnya tak hanya menjadi tanggungjawab Polri dan TNI tapi semua unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Semua elemen dalam negeri harus berperan serta memberantas terorisme demi kenyamanan bangsa,” tegas Sahroni.

Lebih jauh Sahroni mengingatkan ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional oleh Presiden Soekarno karena menganggap kelahiran Budi Utomo yang didirikan oleh para pelajar di School Tot Opleiding Van Inlands Artsen (STOVIA) di tahun 1908 sebagai simbol bangsa Indonesia mulai bangkit untuk melawan penjajahan. Ia menekankan dengan semangat Harkitnas, pemuda zaman now harus mampu berjuang mempertahankan kemerdekaan dari upaya terorisme yang bertujuan menghancurkan negara.

“Pemuda zaman now harus bersama-sama membantu pemerintah menjaga kemerdekaan Indonesia. Bukan dengan mengangkat senjata memerangi penjajah, tapi melawan terorisme yang dapat merusak fundamental dan ideologi hingga mengganggu stabilitas nasional,” pesan Sahroni.

“Bersama pemerintah melalui Polri, TNI dan semua unsur lain, pemuda zaman now harus berperan aktif melawan terorisme. Informasikan bila ada yang mencurigakan di lingkungannya.” sambung Sahroni.