Jakarta, Aktual.co —Belum semua pengguna jasa Transjakarta mengetahui pemberlakuan tiket elektronik (e-ticketing), meski sudah dimulai sejak 1 November 2014 lalu. 
Salah satunya, M. Khadafi (24). Warga Depok itu memutuskan menggunakan Transjakarta dan meninggalkan motornya di rumah. Dia kaget saat diharuskan membeli tiket langganan seharga Rp40 ribu, dan tidak lagi tersedia tiket harian seharga Rp4 ribu. 
“Ya kaget lah, saya lagi ngga punya uang untuk beli tiket harga segitu. Tiket ‘ketengan’ juga tidak ada. Akhirnya ya batal naik busway (Transjakarta) dan ganti naik P55 ke arah Senayan,” ujar dia, yang naik dari Koridor 9 Halte Cawang, Jumat (2/1). 
Dari petugas BCA Flash di Halte Cawang, dia dapat penjelasan harga tiker Rp40 ribu itu rincian penggunaannya adalah Rp20 ribu untuk biaya tiket. Dan Rp20 ribu sisanya digunakan untuk empat kali perjalanan.
Dia menilai kebijakan itu memberatkan. Karena nilainya dianggap terlalu besar. “Maunya sih kartu dibagiin gratis saja, jadi nanti biar diisi sendiri sama pengguna,” kata dia.
Kata Khadafy, menggunakan angkutan umum seperti yang diharapkan oleh Pemerintah, justru membuat biaya transportasi sehari-harinya membengkak.
“Biasanya naik motor keluar duit hanya 25 ribu untuk beli bensin untuk dua hari. Sekarang malah 25 ribu hanya untuk satu hari satu hari,” keluhnya.
Keluhan yang sama mengenai harga e-ticket juga disampaikan Lauren. Mahasiswi Universitas Paramadina itu juga kaget saat tahu harus membeli tiket seharga Rp40 ribu. 
“Tapi karena saya kebetulan bawa uang, jadi ya saya beli saja tiket langganan,” ucap mahasiswi semester akhir ini.
Diketahui pada 1 November 2014 e-Ticketing berlaku di koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni dan koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit). Pada 15 November, untuk koridor 2 (Pulogadung – Harmoni) dan koridor 3 (Harmoni – Kalideres). 
Di 29 November, pemberlakuan e-Ticket berlaku di koridor 5 (Kampung Melayu – Ancol) dan koridor 7 (Kampung Rambutan – Kampung Melayu).
Menyusul pada 13 Desember, e-Ticketing diberlakukan untuk koridor 10 (PGC Cililitan – Tanjung Priok), koridor 11 (Terminal Kampung Melayu – Pulo Gebang) dan 12 (Pluit – Tanjung Priok).
Keluhan juga sudah disampaikan penumpang di awal pemberlakuan tiket elektronik. Lantaran PT Transjakarta dianggap kurang sosialisasi.

Artikel ini ditulis oleh: