Jakarta, Aktual.com – Hasil Musyawarah Pimpinan Nasional Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Muspimnas PMII) yang digelar di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur,  22 November 2022 menghasilkan keputusan mendorong Mahbub Djunaidi menjadi pahlawan nasional.

“Dengan kiprah dan kontribusi yang sudah dihasilkan oleh sahabat Mahbub Djunaidi semasa hidupnya untuk NU dan bangsa, maka sudah selayaknya Mahbub Djunaidi menjadi pahlawan nasional,” kata kader PMII dari Lumajang, Jawa Timur, melalui keterangan tertulis PMII yang diterima di Jakarta, Kamis (24/11).

Mahbub Djunaidi adalah seorang sastrawan Indonesia sekaligus Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang pertama. Ia dikenal memiliki beragam profesi lainnya, yakni tokoh pers, politisi, dan agamawan.

Berkat kepiawaiannya dalam menulis, Mahbub Djunaidi dijuluki sebagai “Pendekar Pena” yang sukses membuat Bung Karno Presiden Indonesia pertama terkesan. Tidak hanya itu, semasa hidup Mahbub berperan besar dalam membangun Nahdlatul Ulama (NU).

Ia sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama, Wakil Ketua I PBNU periode 1970-1979 dan 1984-1989, dan mewakili NU menjadi anggota DPR-GR/MPRS pada saat itu.

“Ada banyak sekali kontribusi gagasan yang telah ditorehkan untuk NU dan bangsa,” kata dia

Muspimnas PMII 2022 di Tulungagung menjadi saksi bahwa kader-kader PMII di seluruh Indonesia bersepakat akan berjuang bersama mendorong Mahbub Djunaidi sebagai pahlawan nasional, ujarnya.

Senada dengan itu, kader PMII lainnya asal Bali Hesty mengatakan kader PMII menyepakati secara bersama untuk menuliskan sejarah Mahbub Djunaidi dan mendorongnya sebagai pahlawan nasional.

“Sejarah pendiri PMII (Mahbub Djunaidi) harus dituliskan dengan kader PMII. Jangan biarkan orang lain menuliskan sejarah kita,” ujarnya.

Secara umum, Muspimnas PMII 2022 menjadi panggung bagi kader PMII untuk menorehkan gagasannya guna membangun organisasi. Pemikiran untuk mendorong Mahbub Djunaidi sebagai pahlawan nasional sebetulnya adalah gagasan lama yang diperbincangkan oleh kader.

“Kader PMII di seluruh Indonesia menyepakati ini adalah agenda nasional yang harus dikerjakan secara bersama,” pungkasnya.

(Warto'i)