Palu, Aktual.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah, Ardiyansah Lamasitudju angkat bicara mengenai rendahnya hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Sulteng.

Dia berdalih hal itu antara lain disebabkan tidak siapnya guru mengikuti ujian. Ditambah lagi mayoritas guru di Sulteng mengajar Sekolah Dasar yang belum berkualifikasi sarjana (S1).

“Tentunya persoalan akademik ini sangat mempengaruhi kompetensi guru (Sulteng),” kata dia, di Palu, Kamis (5/5).

Faktor lainnya, minimnya kepedulian guru akan mutu sehingga kurang menjaga profesionalisme, minat baca rendah dan kemampuan mengakses dan menggunakan teknologi yang minim.

Mengenai minimnya minat baca, kata Ardiyansah, guru lebih banyak membaca bukut paket. “Sedangkan yang dibutuhkan adalah membaca buku kompetensi guru,” ujar dia.

Faktor-faktor itulah yang diakuinya menyebabkan rendahnya hasil uji kompetensi guru Sulteng. Namun dia mengaku justru mensyukuri hal itu. Alasannya, hasil itu bisa jadi cambuk bagi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Sedangkan Dikbud, dalih dia hanya sebatas pemakai saja.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merilis Neraca Pendidikan Daerah (NPD) tahun 2015, untuk memberikan gambaran mutakhir tentang kondisi pendidikan pada satu daerah. Sulteng berada di peringkat 29 se Indonesia dengan 50,13 poin, satu tingkat di bawah Sulawesi Barat 50,15 poin dan di atas Papua Barat 49,13 poin.

()