Ilustrasi (pixabay)

Jakarta, aktual.com – Rutinitas dan permasalahan dalam hidup tak jarang membuat kita merasa stres.

Meski berasal dari pikiran, stres ternyata bisa menular dan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan pada fisik kita.

Riset yang dilakukan oleh ilmuwan dari Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences dan Dresden University of Technology telah membuktikannya.

Dalam riset tersebut, peneliti berhasil mengungkap bahwa berada di sekitar orang yang mengalami stres, baik itu orang terdekat atau orang asing, juga bisa membuat kita merasa stres.

Bahkan, tingkat stres yang kita rasakan bisa diukur secara fisik. Untuk mendapatkan temuan tersebut, peneliti merekrut 211 mahasiswa yang dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk menyelesaikan soal aritmatika yang sulit dan melakukan sesi interview untuk memicu stres.

Sementara itu, kelompok kedua hanya bertugas sebagai pengamat kelompok pertama saat mengerjakan soal aritmatikan dan melakukan sesi interview melalui cermin satu arah dan transmisi video.

Dari analisis data, terungkap bahwa 95 persen peserta riset menunjukan tanda-tanda stres. Bahkan, sebesar 26 persen kelompok yang hanya melakukan pengamatan – yakni kelompok kedua – mengalami peningkatan hormon kortisol. Riset dari Universty of British Columbia juga membuktikan hal yang sama. Dalam riset tersebut, peneliti mengumpulkan sampel air liur dari 400 siswa sekolah dasar.

Dari riset tersebut, peneliti menemukan bahwa para siswa memiliki kadar kortisol atau hormon stres tinggi ketika mereka belajar bersama guru yang mengalami stres.

Terkadang, orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stres. Hal ini bisa berkembang menjadi stres kronis yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan.

Melansir laman Mountelizabeth, stres bisa mengakibatkan berbagai penyakit kronis, seperti gangguan jantung, sindrom iritasi usur besar, sakit kepala, dan alzheimer. Oleh karena itu, kita harus menyadari tanda-tanda stres yang mulai muncul dalam diri kita.

Melansir laman Mind, berikut tanda-tanda stres dalam diri kita: mudah marah, agresif, tidak sabar atau merasa terlalu lelah cemas, gugup atau takut pikiran terasa berpacu dan tidak dapat dihentikan tidak dapat merasa rileks merasa sedih yang terlalun dalam atau depresi tidak tertarik dengan kehidupan kehilangan selera humor khawatir tentang kesehatan Anda merasa diabaikan atau kesepian.

Melihat dampak stres yang begitu besar bagi kesehatan fisik, kita harus melakukan langkah-langkah khusus untuk mencegah munculnya stres.

Melansir Mayo Clinic, untuk meminimalisir stres kita harus melakukan manajemen stres. Berikut caranya: melakukan aktivitas fisik secara teratur berlatih teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga, tai chi atau pijat menjaga selera humor menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman sisihkan waktu untuk hobi, seperti membaca buku atau mendengarkan musik mengonsumsi makanan bergizi istirahat yang cukup menghindari penggunaan tembakau, konsumsi kafein berlebihan dan alkohol serta penggunaan narkotika. [kompas.com]

 

(Eko Priyanto)