Depok, Aktual.com – Setelah muncul sejumlah kerajaan seperti Kerajaan Agung Sejagat (KAS) dan Sunda Empire, kini warga Depok dihebohkan dengan hadirnya satu kerajaan baru, yang berdiri di Jalan RTM, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Pria bernama Agus Riyadi terang-terangan mendeklarasikan diri menjadi raja. Dengan menggunakan kereta kencana dan berpakaian layaknya seorang raja.

Di halaman istana kerajaan, pria asal Kediri ini memberikan maklumat di depan para pengikutnya sebagai raja. Dengan para menterinya, sang raja pun menjabarkan visi misinya.

Sang raja memiliki visi misi untuk mensejahterakan rakyat. Tapi, jangan salah, kerajaan tersebut ternyata sebuah usaha kuliner yang berlabel Kerajaan Warteg Bahagia.

Kerajaan Warteg Bahagia ini didirikan demi mendukung ekonomi kerakyatan, yaitu untuk rakyat yang ingin makan enak tapi memiliki budget terbatas.

Agus Riyadi, sang Raja dari Kerajaan Warteg Bahagia mengatakan konsep kerajaan ini merupakan sebagai bentuk kritikan atas kemunculan kerajaan-kerajaan yang merugikan banyak pihak belakangan ini.

“Idenya tumbuh karena kolaborasi, ide bersama. Saya hanya mendeklarasikan dan mewujudkan ide, mengajak para pemuda-pemudi bangsa Indonesia untuk berkarya, khususnya dalam bidang kuliner” kata Agus

Agus tak menampik, konsep yang digagasnya tak terlepas dari keresahan akan kemunculan kerajaan-kerajaan palsu akhir-akhir ini.

“Kami berharap tidak ada hoax dan hanya menarik uang saja dengan mengatasnamakan kerajaan. Yang pasti kerajaan warteg bahagia bukan hoax, ini benar-benar ada,” tuturnya.

Lebih lanjut raja Agus menambahkan, mereka yang bertugas di Kerajaan Warteg Bahagia berlatar belakang pendidikan beragam.

“Kerajaan ini didirikan karena ingin mengangkat anak bangsa, karena tidak semua merasakan pendidikan tinggi, kita memberdayakan dari yang tamatan SD hingga S-3,” ujarnya.

Ahmad Dwi Saputro, yang mengaku sebagai Menteri Miss Komunikasi Kerajaan Warteg Bahagia, mendeklarasikan kerajaan ini atas dasar keprihatinan.

“Ada kerajaan yang mengangkat isu bangsa, kali ini kerajaan kami mengangkat isu pemberdayaan ekonomi dan bagaimana menjadi bangsa mandiri di kuliner,” terang Ahmad, didampingi Ketua Dewan Penasihat Juara Grup, Agung Prasetyo Utomo, yang didaulat sebagai Tumenggung di kerajaan itu.

Ahmad juga menyinggung soal rencana kenaikan gas elpiji tiga kilogram. Ia menilai, jika kebijakan itu diberlakukan maka akan berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner.

“Kami dari Juara Grup prihatin atas kondisi ini dan mengajak insan kuliner Indonesia untuk bersatu padu dalam satu kerajaan. Program kami adalah menaikkan kapasitas dengan mentoring bisnis scaling up gratis,” katanya.

Terkait menu masakan yang disuguhkan Kerajaan Warteg Bahagia tak jauh berbeda dengan warteg pada umumnya. Namun, ada beberapa olahan yang disajikan layaknya restoran hotel bintang lima, meski tetap dengan harga kaki lima.

“Harga tiap menu di Kerajaan Warteg Bahagia bervariasi dan tidak menguras kantong. Rasa bintang lima harga kaki lima,” pungkas sang raja.

(Arbie Marwan)