Jakarta, aktual.com – Video yang menarasikan pengiriman puluhan ribu motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Dalam video tersebut disebutkan terdapat sekitar 70 ribu unit sepeda motor yang akan didistribusikan ke seluruh SPPG. Motor-motor itu tampak masih terbungkus plastik dan telah dilengkapi stiker Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, kendaraan yang disebut sebagai motor listrik tersebut memiliki tampilan menyerupai motor trail seperti Honda CRF. Terlihat pula tulisan “Emmo” yang diduga merupakan merek kendaraan tersebut.
Berdasarkan penelusuran, motor yang dimaksud diduga merupakan Emmo JVX GT. Mengacu pada situs resminya, motor listrik ini memiliki tenaga hingga 7.000 watt dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer.
Motor tersebut juga dilengkapi fitur pengisian cepat (fast charging) yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar satu jam. Selain itu, kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas 72v 31Ah dan mendukung penggunaan dua baterai yang dapat dilepas.
Namun, yang menjadi perhatian publik adalah harga motor tersebut. Berdasarkan laman resmi, Emmo JVX GT dibanderol sekitar Rp56,8 juta per unit.
Dalam narasi video yang beredar, motor listrik tersebut disebut akan didistribusikan ke SPPG di wilayah Jawa Barat. Meski demikian, pihak terkait mengaku belum menerima informasi resmi.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung, Ramzi, menyatakan hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi mengenai pengadaan maupun distribusi motor listrik tersebut.
“Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi terkait dengan motor listrik tersebut,” ujar Ramzi, Senin (6/4/2026).
Ia mengaku telah melihat video yang beredar di media sosial, namun belum dapat memastikan kebenarannya secara institusional.
“Kebetulan memang pernah lihat di medsos ya terkait dengan adanya yang mengunggah terkait motor listrik,” katanya.
Ramzi menegaskan, hingga kini belum ada kejelasan terkait distribusi, tujuan pengiriman, maupun jumlah kendaraan yang disebut-sebut akan dialokasikan untuk SPPG.
“Tapi sampai sekarang saya pribadi belum mendapatkan informasi motor tersebut akan diserahkan ke siapa, dikirim ke mana dan jumlahnya berapa,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt

















