Jakarta, Aktual.co — Pada jaman Rasullullah SAW, ada sebuah kisah nyata, seorang pemuda yang bernama Uwais Al-Qarni, yang hidup dengan ibunya di tempat terpencil dan cukup asing, jauh dari keramaian kota. Telah memberikan kita sebuah inspiratif arti kehidupan dan juga kiatnya tetap bertawakal kepada Allah SWT dan juga Rasulnya.
Ibunya yang sudah tua, mengalami penyakit lumpuh total. Dan pemuda ini setiap harinya harus mengurusi ibunya. Ia memberinya makan, memandikannya, serta membersihkan kotoran ibunya. Semua dilakukannya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Pemuda ini sangat sayang pada ibu kandungnya tersebut.
Pemuda ini pun harus bekerja keras guna memenuhi kebutuhan dirinya juga ibunya yang sedang sakit. Namun, tidak ada satupun pekerja yang mau memakainya karena, pemuda itu terjangkit penyakit kusta yang mematikan dan menular pada kedua telapak tangannya. Sampai akhirnya ada yang mau menerimanya meski hanya sebagai buruh pengantar susu.
Hari kian berganti, pemuda yang sangat taat mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW ini ternyata memiliki sebuah angan-angan agar dipertemukan dengan Rasulullah SAW. Selama ini, Ia tak melakukannya karena ia terfikirkan oleh kondisi sang ibu yang cukup memperhatinkan. Sampai suatu hari, rasa ingin bertemu Rasulullah SAW tak terbendung lagi. ia pun bergegas meninggalkan sang ibu dan berjalan menuju tempat Rasulullah SAW. Ia terus berjalan sejauh 80km. namun sepanjang perjalanan, ia selalu teringat oleh sang ibu yang sendirian di rumah. ia tak bisa membuang rasa khawatir dalam benaknya. Semakin dekat ia akan bertemu dengan Rasulullah, semakin berlinang pula air mata pemuda tersebut teringat ibunya.
Ketika pemuda tersebut hendak sampai di kota dimana Rasulullah tinggal, Pemuda itu pun langsung memutar arah dan berlari sekencang-kencangnya menuju Ibunya. Ia merasa berdosa telah meninggalkan sang ibu yang terbaring sakit sendirian dirumahnya. Setelah kurang lebih 3 jam berlari, ia pun tiba di rumahnya dan mendapati sang bunda telah menghembuskan nafas terakhir untuk selama-lamanya. Pemuda itu pun menangis terisak dihantui rasa bersalah.
Setelah itu, pemuda itupun bergegas pergi ke kota untuk meminta pertolongan kepada warga akan kematian ibunya dan berharap warga mau membantu untuk menguburkan jasad ibunya.
Namun, ia tak menduga bahwa tak satupun warga yang mau membantu menguburkan jasad ibu pemuda tersebut karena keluarga mereka terjangkit penyakit kusta. Pemuda itu pun sangat sedih. Ia pun bergegas memandikan, mengafankan, dan mengubur jenazah ibunya seorang diri.
Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada para sahabatnya. “mintalah ilmu dan nasihat kehidupan dari salah seorang pemuda di negeri sebrang yang bernama “Uwais Al – Qarni”, kalian akan menemuinya kelak. Lihatlah tanda di kedua tangannya ada bekas penyakit kusta,” ujar Rasullullah.
Karena Rasulullah dan pemuda itu belum pernah bertemu, lantas membuat para sahabat Nabi menjadi terheran dan penasaran. Mereka pun beramai-ramai mencari siapa pemuda tersebut. Sampai suatu hari mereka menemukan pemuda yang telah dimaksud oleh Rasulullah SAW.
Sontak, pemuda itu pun terkejut dan heran sembari menahan air matanya. Ia mengatakan, bagaimana bisa aku memberikan ilmu dan nasihat kepada kalian, sementara kalian adalah sahabat Rasul, setiap hari bertemu denganNya. Sementara aku ini hanyalah orang miskin, tak punya apa apa dan aku hanya punya ibu yang kini telah pergi meninggalkanku. Memang aku ingin sekali bertemu langsung dengan Baginda Rasul, tapi mimpiku untuk menemuiNya tak pernah bisa terwujud, karena aku harus mengurusi ibuku setiap harinya. Walaupun aku tahu bahwa aku mungkin tak bisa bertemu dengan Baginda Rasul, tapi aku selalu setia mencoba untuk mengikuti apapun perintah dan ajaranNya tentang islam yang hanya kudengar secara tidak langsung dari orang orang. Karena tak seorang pun mau mengajari pemuda miskin dan berpenyakit seperti aku ini. Itulah yang diungkapkan pemuda itu kepada para sahabat.
Tak lama berselang di pertemuan tersebut, pemuda itu pun menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit yang di deritanya. Namun yang mengherankan adalah, kematian dari pemuda tersebut mengundang Tanya terhadap warga sekitar, apa yang memadati rumah Uwais? Mengapa disana begitu ramai? Konon punya cerita, Uwais telah di kelilingi oleh malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT. Karena beliau memiliki hati yang sangat mulia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















