Jakarta, Aktual.co — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyoroti permasalahan pelemahan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Selain APBN yang mengalami pelemahan serapan, APBD juga mengalami hal yang sama,” kata Ketua Umum Badan Pengurus Harian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Selasa (5/5).
Saat ini, menurut dia, APBD lebih banyak mengendap di lembaga keuangan sebab kepala daerah dan dinas-dinas sebagai kuasa anggaran ketakutan menghadapi kriminalisasi.
Akibatnya, ujar Bahlil, tidak ada pihak yang berani mengambil keputusan sebab kepala daerah minim perlindungan hukum.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan penyerapan anggaran tahun 2015 akan meningkat pesat pada Juni-Juli sejalan dengan pelaksanaan berbagai program yang ditetapkan.
“Pertengahan April ini baru mulai ada penyerapan karena pertengahan Januari kan APBNP 2015 digedok,” kata Presiden Jokowi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah Jakarta, Rabu (29/4) malam, usai kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Presiden menyebutkan setelah APNBP 2015 disetujui DPR ada proses administrasi dan lelang sehingga realisasi belanja modal baru terealisasi mulai pertengahan bulan April, serta memperkirakan penyerapan anggaran akan semakin meningkat pesat pada Juni hingga Juli.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















