Surabaya, Aktual.com – Air laut yang kerap kali pasang pada Seminggu terkahir ini, berdampak terhadap 9 wilayah pesisir Jawa Timur berpotensi mengalami banjir. Bahkan, saat ini beberapa tempat seperti Pasuruan dan Surabaya, wilayah pesisirnya sudah terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Sudarmawan, mengatakan banjir yang belum surut, selain disebabkan adanya kondisi naiknya air laut, juga diiringi hujan lebat di sekitar hulu, sehingga memunculkan potensi genangan di sepanjang pesisir.

“Jadi akhir-akhir ini air laut memang mengalami pasang yang naiknya sampai ke pesisir. Kemudian diiringi hujan yang lebat dari hulu, jadi air tidak dapat surut,” kata Sudarmawan di Surabaya, Selasa (17/1).

Dikatakannya, beberapa wilayah pesisir yang terancam terendam itu diantaranya, untuk jalur pantura, meliputi Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo. Sementara di jalur selatan meliputi Sidoarjo, Pacitan, dan Banyuwangi.

Banjir air yang disebabkan laut pasang, lanjut Sudharmawan, disebabkan beberapa faktor seperti kerusakan hutan bakau dan adanya pendangkalan sungai. Sehingga, ketika air laut pasang, lanjutnya, genangan yang ada tidak dapat surut.

Oleh sebab itu, yang harus dilakukan adalah reboisasi hutan bakau. Jika menginginkan solusi yang permanen, maka harus ada pembangunan tanggul di pesisir seperti di beberapa wilayah di Madura.

Terkait banjir di Pasuruan, Sudarmawan mengaku sudah surut. Tetapi, di beberapa desa memang masih terjadi genangan.

“Di Pasuruan itu beberapa hari kemarin ada sekitar 750 rumah yang terdampak. Saat ini genangan mulai surut, tinggal sekitar 100 rumah yang terdampak,” tutupnya.

(Ahmad H Budiawan)

(Arbie Marwan)