Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (batik merah) mengunjungi stand booth Bank DKI pada Seremonial Pembukaan Jakarta Fair 2017 di Kemayoran, Jakarta (14/05). Dalam mendukung terwujudnya less cash society di Jakarta, Bank DKI menerapkan zona transaksi non tunai pada seluruh stand UKM yang tersebar di Anjungan Pemprov DKI Jakarta dengan mengangkat tema “Smarten Up Our Lives”. AKTUAL/Eko S Hilman

Jakarta, Aktual.com – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai, rencana pemindahan ibu kota tidak berdampak untuk Jakarta. Malahan, kata dia Jakarta akan luas apabila itu terealisasi.

“Enggak, kalau seumpama seperti itu malah lega kita (DKI). Ya toh? idealnya kan ibu kota negara itu fokus sebagai kota pemerintah,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/6).

Djarot menjelaskan bahwa Jakarta merupakan kota yang segalanya ada, yaitu kota pemerintahan, kota dagang, kota industri, kota pendidikan dan kota wisata.

“Jakarta itu kan beberapa waktu yang lalu saya katakan sebagai kota yang segalanya ada. kita menjadi kota pemerintahan, kota dagang, kota industri, kota pendidikan, kota wisata campur jadi satu.”

Mantan wali kota Blitar ini menerangkan bahwa kemungkinan pola pemerintahan seperti negara Belanda yang kota pemerintahannya bukan di ibu kotanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu