Beranda Internasional Ibu Negara Turkiye: Anak-anak Yatim Piatu Ukraina Berada di Tangan yang Aman

Ibu Negara Turkiye: Anak-anak Yatim Piatu Ukraina Berada di Tangan yang Aman

Ibu negara Turkiye, Emine Erdogan bersama beberapa anak yatim piatu Ukraina yang dievakuasi ke Turkiye (Dok. Kepresidenan Turkiye)

Ankara, aktual.com – Ibu negara Turkiye, Emine Erdogan memastikan semua anak yatim piatu Ukraina yang dievakuasi ke Turkiye karena perang Rusia-Ukraina, berada di tangan yang aman. Emine bahkan menyebut pejabat Kementerian Turkiye menerima mereka dengan tangan terbuka

“Saya melihat mereka sangat bahagia di sini. Mereka berada di tangan yang aman, dan mereka senang dengan pejabat kementerian dan pengasuh mereka dari Ukraina yang menemani mereka,” kata Emine seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jum’at (2/12) pagi.

Sejak perang meletus pada Februari, berkat upaya ibu negara Turkiye dan Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska, ratusan anak dan pengasuh mereka telah dibawa ke Türkiye. Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial Turki memberi mereka tempat tinggal dan dukungan psikiatris dan sosial untuk membantu mereka mengatasi trauma yang mereka alami.

“Tentu saja, hati berharap agar perang ini tidak terjadi. Tidak ada yang tersisa tanpa ibu, ayah, atau pengungsi. Harapan saya adalah perang akan berakhir secepat mungkin, luka yang ada akan sembuh, dan setiap orang dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat,” kata ibu negara Turkiye tersebut.

Emine juga mengirimkan salamnya kepada Olena Zelenska. Dia meminta Olena memberikan kepercayaan penuh perawatan anak anak Ukraina di Turkiye.

“Jangan khawatir, kami berpegang pada apa yang dia percayakan kepada kami. Semuanya baik-baik saja dan terkendali,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Erdogan mendatangi anak-anak yatim satu per satu, dan memberi mereka mainan.

Turkiye telah dipuji secara internasional karena perannya yang unik sebagai perantara antara Ukraina dan Rusia. Salah satu faktornya adalah kepercayaan kedua negara pada Turkiye yang memungkinkan kemajuan dalam berbagai masalah, seperti pengiriman biji-bijian melalui Laut Hitam.

Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional, yang mana Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Inggris menerapkan sanksi keras terhadap Moskow. Menurut perkiraan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), sekitar 6.700 warga sipil telah tewas di Ukraina dan lebih dari 10.000 terluka.

(Megel Jekson)