Jakarta, Aktual.co — Hubungan Komisi pemberantasan korupsi (KPK) dan Polri yang memanas, membuat Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical) ikut berkomentar.
Menyoroti hal tersebut, Ical menganggap bahwa kesalahan bukanlah di dalam tubuh KPK dan Polri. Melainkan, personil di dalam KPK dan Polri. 
Ical berpadangan agar Jokowi lebih baik menunggu proses Praperadilan sebelum menentukan status Komjen Budi Gunawan, bukan mengikuti saran Tim Independen yang bukan merupakan lembaga resmi negara.
Menurut dia, KPK dan Polri merupakan penegak hukum yang harus dilindungi. Terkait konflik diantara keduanya, Ical menganggap KPK dan Polri tentu mengetahui apa yang telah diperbuat.
Kemudian, Ical menyerahkan pertikaian dua lemabaga penegak hukum tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Namun, dia menilai keputusan dilantik atau tidaknya Komjen Budi Gunawan sebaiknya menunggu hasil Praperadilan.
Terkait penyataan Tim Independen yang mengatakan Presiden Jokowi akan membatalkan pelantikan Komjen BG, Ical menilai penyataan tersebut tidak resmi. 
“Tim Independen itu kan bukan sebuah tim yang resmi, yang ngobrol-ngobrol dan memberikan nasihat kepada presiden, jadi kalau keputusan hukum praperadilan nanti tentu lebih kuat daripada suatu rekomendasi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu