Surabaya, Aktual.co — Dari delapan jenazah yang sudah diserahkan ke Polda Jatim, tim DVI mengenali tiga identitas jenazah korban AirAsia QZ8501.
Kabid Dokkes Polda jatim, Kombes Pol Budiyono, mengatakan dari hasil pemeriksaan dan rapat rekonsiliasi oleh 30 dokter ahli, bahwa jenasah yang pertama kali datang dengan peti nomer B002, yang sebelumnya tim identifikasi mengalami kesulitan, akhirnya bisa diketahui dan bernama  Graison Herbert Linaksita.
“Dari hasil data primer seperti pemeriksaan gigi, sidik jari dan data-data medis jenis klamin, dia bernama Graison Herbert Linaksita” ujar Kombes pol Budiyono, Jumat (2/1).
Sementara jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi adalah pramugari AirAsia yang bernama Khairunnisa. Tidak hanya dari sidik jari dan data-data medis, tetapi juga didukung data skeunder seperti tahi lalat pada pundak kiri, dan diperkuat properti AirAsia serta name teks dan perhiasan yang dikenali keluarga.
“Untuk Kevin (jenazah lain) cukup cepat, selain data-data primer, hasil sidik jari ternyata sudah terdaftar di mabes polri. Jari ketika sidik jarinya ditempel, di monitor langsung keluar wajah dan namanya.” kata dia.
Dengan diketahuinya tiga identitas tambahan, berarti saat ini sudah 4 jenazah yang dikenali.

Artikel ini ditulis oleh: