Indeks Hasil Saham Gabungan

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, bergerak naik menjelang rilis data inflasi di Amerika Serikat.

IHSG dibuka menguat 8,36 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.592,81. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,75 poin atau 0,31 persen ke posisi 897,69.

“Untuk hari ini sentimen pasar cenderung positif. Bursa global cenderung bergerak positif jelang rilis inflasi AS yang diperkirakan kembali mengalami perlambatan pada Desember,” tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (12/1).

Kondisi tersebut menandakan arah kebijakan moneter global semakin jelas dan berimplikasi pada berkurangnya tekanan.

Selain itu, kurs rupiah mengalami penguatan imbas dari kebijakan pemerintah yang memperluas aturan devisa hasil ekspor ke sektor-sektor lain.

Sementara itu, bursa saham AS bergerak menguat pada perdagangan kemarin. Pasar bersiap menyambut rilis inflasi Desember nanti malam.

Berdasarkan konsensus, inflasi AS di Desember diperkirakan mengalami perlambatan ke 6,5 persen (yoy) dari 7,11 persen (yoy) pada November.

Perlambatan itu membuat kekhawatiran akan tekanan moneter semakin mereda. Selain itu, pasar juga menantikan jadwal rilis kinerja kuartal IV 2022 dari beberapa perusahaan.

Bursa saham Eropa bergerak menguat dan bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan kemarin. Pasar masih menantikan agenda rilis inflasi AS Desember yang akan menentukan arah pasar global.

Secara teknikal, potensi pelemahan IHSG masih ada, namun lower shadow memberi peluang penguatan terbatas. IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan level support 6.500 dan resisten 6.600, namun investor perlu mewaspadai aksi pelemahan lanjutan.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 9,1 poin atau 0,03 persen ke 26.455,1, indeks Hang Seng naik 71,95 poin atau 0,34 persen ke 21.508, indeks Shanghai melemah 1,14 poin atau 0,04 persen ke 3.160,7, dan indeks Strait Times turun 3,63 poin atau 0,11 persen ke 3.267,88.

(Arie Saputra)