Indeks Hasil Saham Gabungan

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi terkoreksi mengikuti pelemahan indeks saham utama di Wall Street.

IHSG dibuka melemah 34,17 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.680,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,83 poin atau 0,63 persen ke posisi 927,18.

“Untuk hari ini sentimen untuk IHSG cenderung variatif. Pasar akan menantikan agenda rilis inflasi AS pada Selasa. Inflasi AS diperkirakan kembali mengalami perlambatan dari 7,7 persen (yoy) menjadi 7,3 persen (yoy),” tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (12/12).

Selain itu pasar juga akan menantikan agenda pertemuan The Fed pada Rabu (14/12) malam. The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga hanya sebesar 50 basis poin (bps), lebih rendah dari sebelumnya yang sebesar 75 bps.

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih akan mencerna tren jua bersih (net sell) investor asing di beberapa saham berkapitalisasi besar atau big cap seperti BMRI dan TLKM.

IHSG diperkirakan mengalami pergerakan variatif kembali dengan potensi penguatan selama 6.700 terjaga.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Jumat (16/12)lalu. Pasar merespon negatif rilis data inflasi produsen atau produsen price index (PPI).

PPI tercatat naik 0,3 persen (mom) pada November dan 7,4 persen (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus yang mengharapkan kenaikan hanya sebesar 7,2 persen (yoy).

Pasar juga bersiap menghadapi pekan ini di mana akan ada rilis data inflasi serta agenda pertemuan The Fed. Kedua agenda itu sangat penting untuk menentukan arah selanjutnya dari pergerakan pasar finansial.

Dari Eropa, bursa saham bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Pasar mendapatkan sentimen positif dari ekspektasi pemulihan ekonomi China sejalan dengan agenda pembukaan kembali ekonomi.

China juga merilis angka inflasi November yang hanya sebesar 1,6 persen (yoy), turun dari 2,1 persen (yoy) pada Oktober.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 67,85 atau 0,24 persen ke 27.833,16 indeks Hang Seng turun 219,91 atau 1,11 persen ke 19.680,96, indeks Shanghai terkoreksi 15,23 poin atau 0,47 persen ke 3.191,72, dan indeks Straits Times meningkat 2,63 poin atau 0,08 persen ke 3.248,6.

(Arie Saputra)