Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka di teritori negatif. Sinyal ekonomi global yang nampak lemah membuat maraknya aksi lepas saham pada pembukaan perdagangan. Hal tersebut membuat IHSG terjun 26 hingga 30 poin pada awal perdagangan. 
Pada perdagangan preopening, IHSG turun 26,572 poin (0,51%) ke level 5.133,736. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 6,750 poin (0,76%) ke level 885,970. Mengawali perdagangan, Rabu (6/5/2015), IHSG dibuka jatuh 30,660 poin (0,59%) ke level 5.129,648. Indeks LQ45 dibuka anjlok 8,520 poin (0,95%) ke level 884,200. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 18,205 poin (0,35%) ke level 5.142,103. Sementara Indeks LQ45 mundur 4,960 poin (0,60%) ke level 887,370.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini nampaknya masih akan dibayangi oleh imbas rilis data ekonomi dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada kuartal I 2015. Pergerakan Rupiah dan Dolar juga diperkirakan masih menjadi sentimen lain pada pergerakan IHSG.
PT Sinarmas Sekuritas memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak variasi di kisaran 5.126-5.198. Sejumlah sentimen global dan domestik yang pengaruhi IHSG antara lain dari Amerika Serikat (AS) akan merilis data neraca perdagangan yang diperkirakan defisit US$ 40 miliar.
“Fluktukasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut memberikan pengaruh terhadap indeks saham,” tulis riset PT Sinarmas Sekuritas, Rabu (6/5).
Sementara itu,  Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG sedang menguat secara perlahan menuju level resistance 5.285 dengan level support 5.052. Pergerakan IHSG itu ditunjang dari aliran dana investor asing mulai mengalir masuk ke pasar modal Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh: