Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. Pada Selasa (23/1). Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru setelah ditutup menguat 2,07% atau 134,80 poin ke level 6.635,33. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diprediksi bergerak datar di tengah pelaku pasar yang tengah menunggu keputusan The Fed dalam pertemuan pada tengah pekan ini.

IHSG dibuka menguat 4,3 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.862,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,71 poin atau 0,07 persen ke posisi 967,84.

“Investor tampaknya memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed tidak akan seagresif yang ditakutkan sebelumnya,” kata analis Samuel Sekuritas Lionel Priyadi dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (26/7).

Rilis data PMI Juli menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga yang agresif berpotensi mengirim ekonomi Amerika Serikat dan Eropa ke jurang resesi lebih awal dari yang diperkirakan.

Menurut FedWatch dari CME Group, pasar memperkirakan The Fed akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunga di bulan November, dan mencapai titik tertingginya di 3,5 persen.

Kemudian, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di level tersebut selama enam bulan ke depan sebelum memulai siklus penurunan suku bunga pada Juni.

Dari domestik, ia memperkirakan Bank Indonesia akan mulai menaikkan suku bunga pada Agustus. Skenario tersebut, bagaimanapun, tergantung pada rilis data inflasi Juli.

Jika inflasi inti tetap di bawah 3 persen, ada kemungkinan signifikan (sekitar 60 persen) bahwa BI akan mempertahankan suku bunga di 3,5 persen.

Sementara itu, pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan rencana untuk mencabut kewajiban pasar domestik (DMO) dan kewajiban harga domestik (DPO) minyak goreng dan bahan bakunya.

Penghapusan kebijakan DMO dan DPO akan membantu industri kelapa sawit untuk mengurangi stok minyak sawit mentah (CPO) mereka yang mencapai 7 juta ton per 24 Juli.

Dengan harga minyak goreng curah yang tercatat di level Rp15.700 per kilogram, Lionel menilai pemerintah akan bergerak cepat untuk menerapkan kebijakan ini.

“Menurut kami, perubahan kebijakan ini memberikan peluang trading jangka pendek bagi saham-saham di sektor kelapa sawit,” ujar Lionel.

Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak datar atau sideways.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 57,55 poin atau 0,21 persen ke 27.641,7, indeks Hang Seng naik 101,25 poin atau 0,49 persen ke 20.664,19, dan indeks Straits Times meningkat 5,81 poin atau 0,18 persen ke 3.186,28.

(Arie Saputra)