Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang akhir pekan diprediksi bergerak beragam di tengah minimnya sentimen di pasar saham.

IHSG dibuka melemah tipis 0,52 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.626,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,04 poin ke posisi 943,31.

“IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi cenderung melemah di tengah minimnya sentimen positif di dalam negeri maupun global,” kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Alwin Rusli dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari kemarin di level 6626.87 setelah tiga hari berturut-turut mengalami pelemahan sejak awal pekan ini.

Para investor merespon positif kebijakan dari Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan BI-7D Day Reverse Repo Rate yang diharapkan dapat membuat kestabilan ekonomi di tengah minimnya sentimen positif.

IHSG hari ini diperkirakan akan terseret bursa Asia yang sudah dibuka di zona merah cukup dalam.

Selain itu sentimen negatif juga datang dari UK Consumer Confidence yang terus menurun pada Januari ini. Kepercayaan konsumen yang menurun diakibatkan kenaikan inflasi yang terjadi saat ini.

Dari bursa AS, tiga indeks utama kembali ditutup kompak melemah walaupun pada awal sesi sempat dibuka kompak menguat, namun terjadi aksi jual yang cukup kuat.

Para investor AS merespon pesimistis pada Januari ini mendekati kebijakan The Fed yang semakin ketat di tengah rilisnya laporan keuangan perusahaan yang cenderung beragam. Hal itu membuat volatilitas di pasar saham maupun pasar obligasi

Dari Asia, para investor merespon naiknya Japan Inflation Rate pada Desember yang naik 0,8 persen (yoy). Hal tersebut membuat kurangnya kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian Jepang saat ini.

IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 6.530 hingga 6.650.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 436,44 poin atau 1,57 persen ke 27.336,49, Indeks Hang Seng turun 138,71 poin atau 0,56 persen ke 24.813,64, dan Indeks Straits Times terkoreksi 6,48 atau 0,2 persen ke 3.288,34.

(Antara)

(A. Hilmi)