Seseorang sedang memantau pergerakan bursa saham

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diproyeksikan melemah terkerek turunnya bursa saham global.

IHSG dibuka melemah 16,76 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.762,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,75 poin atau 0,4 persen ke posisi 943,1.

“IHSG kami perkirakan bergerak melemah hari ini diakibatkan oleh pelemahan di global dan regional,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (20/12).

Bursa saham AS semalam ditutup melemah. DJIA turun 0,49 persen, S&P500 terkoreksi 0,9 persen, dan Nasdaq melemah 1,49 persen.

Pelemahan bursa saham AS disebabkan meningkatnya kekhawatiran investor akan terjadinya resesi di Negeri Paman Sam pada 2023 yang diakibatkan kebijakan pengetatan moneter dari bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.

Adapun minggu kemarin bank sentral telah meningkatkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, serta diindikasikan dapat meningkat hingga 5,1 persen.

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun terpantau naik menjadi 3,58 persen dan indeks dolar AS menurun ke level 104,67.

Dari pasar komoditas, minyak sawit mentah atau CPO menguat 0,38 persen ke 3.932 ringgit per ton dan nikel melemah 4,52 persen ke 27.180 dolar AS per ton.

Sedangkan emas melemah 0,14 persen ke 1.798 dolar AS per troy ons, batu bara melemah 0,34 persen ke 370,8 dolar AS per ton, dan minyak Brent tercatat menguat 1,21 persen menjadi 75,19 dolar AS per barel.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 91,12 atau 0,33 persen ke 27.328,76 indeks Hang Seng turun 176,92 atau 0,91 persen ke 19.175,89, indeks Shanghai terkoreksi 10,25 poin atau 0,33 persen ke 3.096,87, dan indeks Straits Times melemah 2 poin atau 0,06 persen ke 3.254,61.

(Arie Saputra)