Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (30/4) dibuka turun 17,63 poin atau 0,35 persen menjadi 5.087,92. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 4,48 poin (0,51 persen) ke level 872,80.
Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan penurunan IHSG disebabkan oleh tinggiya ekspektasi investor pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sedangkan di sisi lain, profit perusahaan-perusahaan besar pemerintah melambat.
“Yang namanya investor itu bukan orang yang sabar, mereka maunya quick yield. Jadi kalau mereka berharap ada pertumbuhan tinggi tahun ini, mereka berpikirnya dari triwulan pertama sudah harus tinggi, mungkin tidak sesuai ekspektasi mereka,” ujar Bambang di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (30/4).
Lebih lanjut dikatakan dia, sikap investor tersebut adalah wajar, mengingat tujuan utama investor adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.
“Karena itu, mereka pasti melakukan transaksi supaya mereka bisa cepat mengkapitalisasi keuntungan, itu yang terjadi belakangan ini,” jelas dia.
Sementara itu, Chairman MECODEstudies (Management & Economics Development Studies), Mangasa Agustinus Sipahutar mengatakan penurunan IHSG tersebut mencerminkan reaksi riil dari pasar terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, tidak perlu ada alasan pembenaran dan menjadikan konidisi global sebagai pemicunya.
“Investor melakukan aksi jual karena tidak tertarik berinvestasi di Indonesia. Ketidaktertarikan bisa disebabkan risiko yang besar atas uncertainty investasinya atau ada pasar lain di belahan dunia ini yang lebih menarik,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















