Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membawahi pengawasan aset kripto sekaligus menjabat sebagai Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, memastikan pengawasan pasar dilakukan secara intensif guna menjaga stabilitas di tengah gejolak global.
Hasan mengatakan, tekanan pasar sebenarnya mulai mereda pada akhir Februari meski secara kumulatif masih terkoreksi sejak awal tahun. Namun memasuki awal Maret, sentimen kembali bergejolak seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
“IHSG per akhir Februari 2026 ditutup di level 8.236,45, terkoreksi 1,13 persen secara month to date dan 4,76 persen secara year to date,” ujar Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara daring, Selasa (3/3/2026).
Regulator pasar modal tersebut menegaskan koordinasi terus dilakukan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Sinergi dengan self-regulatory organization (SRO) dan pelaku industri ditempuh agar langkah kebijakan tetap terukur dan responsif terhadap kondisi pasar.
Di tengah tekanan eksternal, likuiditas perdagangan saham masih relatif terjaga dengan rata-rata nilai transaksi harian Februari mencapai Rp25,62 triliun. Investor asing bahkan mencatatkan net buy Rp0,36 triliun setelah pada Januari membukukan net sell.
Jumlah investor domestik juga bertambah 1,8 juta sehingga total mencapai 22,88 juta hingga akhir Februari 2026. Industri pengelolaan investasi mencatatkan aset kelolaan Rp1.115,71 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan, menunjukkan ketahanan sektor tersebut.
Selain penguatan jangka pendek, OJK mempercepat reformasi struktural pasar modal, termasuk keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen dan reklasifikasi tipe investor yang progresnya telah mencapai 94 persen.
“Kami optimistis seluruh penyempurnaan, termasuk penguatan transparansi dan penyesuaian ketentuan free float, dapat diselesaikan sesuai target pada Maret 2026,” tegas Hasan.
Berdasarkan pantauan Aktual.com pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, IHSG berada di level 7.939,77 atau turun 77,07 poin (0,96 persen) dari posisi sebelumnya 8.016,83. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.098,39 dan terendah 7.932,52, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi di pasar saham domestik.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















