Suasana museum lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (27/11/2017). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup turun tipis sebesar 2,553 poin atau setara dengan 0,042% ke level 6.064,58. Tren negatif bursa saham Tanah Air sepanjang hari terjadi di tengah ambruknya bursa saham Asia. AKTUAL/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan akhir tahun kemarin berada di level 6.355,65. Angka ini memang tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi seperti ini diklaim Bank Indonesia (BI) gara-gara kebijakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh regulator moneter ini.
Seperti diketahui, suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate saat ini berada di 4,25 persen. Angka tersebut dianggap rendah karena BI sudah beberapa kali menurunkannya. Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengklaim, kondisi pasar saham yang menunjukkan tren positif ini sebagai bukti kepercayaan investor terhadap Indonesia yang sangat tinggi.
“Ini sangat baik ya (IHSG tinggi). Sehingga kondisi yang bagus ini akan menjadi dampak positif ke perekonomian Indonesia,” jelas Agus di Jakarta, ditulis Sabtu (30/12).
Menurutnya, indeks pasar modal ini belakangan terus menunjukkan perbaikan. Apalagi juga ditopang oleh stabilitas ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan Indonesia yang juga menunjukkan perbaikan, sehingga hal ini turut memberikan sentimen positif.

Artikel ini ditulis oleh: