“Memang suku bunga acuan ini turun pasti ada pengaruhnya, yang paling utama adalah stabilitas ekonomi makro kita baik. Stabilitas sistem keuangan juga baik, dan investor melihat bahwa prospek Indonesia di 2018 lebih baik, oleh karena itu pasar modal semakin meningkat,” klaim dia.

Sejak BI memperkenalkan suku bunga acuan dari BI Rate menjadi BI 7day Reverse Repo Rate pada Agustus 2016, hingga saat ini tingka suku bunga acuan BI sudah menurun sebesar 100 basis poin (bps). Tetapi, kalau sejak Januari 2016 sampai sekarang, sudah turun sebanyak 200 bps.
“Jadi, bursa saham yang ditutup 6.355 itu kalau dibandingkan sejak awal tahun yang di level 5.290 itu naiknya 1.000 bps lebih. Jadi saya melihat ini adalah confident terhadap Indonesia apalagi suku bunga juga turun,” kata dia.
Sebelumnya Agus Marto juga mengatakan, tren penurunan tingkat suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate menjadi 4,25 persen juga menjadi salah satu pemicu pertumbuhan pembiayaan dari pasar modal yang mencapai Rp276,5 triliun.
Busthomi
(Wisnu)

Artikel ini ditulis oleh: