Jakarta, Aktual.com – Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bursa Efek Indonesia atau BEI sepertinya tak menjadi sinyal positif bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.
Kendati penurunan Indeks bukan karena faktor Jokowi, namun pelemahan ini bukti pasar tak terlalu menganggap penting kehadiran Presiden ke Bursa. Menurut analis pasar modal Reza Priyambada, kedatangan Jokowi dianggap biasa oleh pelaku pasar, sehingga setelah kemarin IHSG mencapai rekor tertinggi, pasar pun melakukan penjualan.
“Ini (penurunan IHSG) sebenarnya enggak ditentukan oleh kedatangan Jokowi ya. Karena pasar lebih melihat pergerakan IHSG itu sendiri apalagi kemarin IHSG sudah menyentuh level tertinggi terbarunya. Tapi patut dipertanyakan, biasanya kedatangan Presiden (ke BEI) menjadi sentimen positif. Kali ini enggak,” ujar Reza di Jakarta, Selasa (4/7).
Apalagi memang, kata dia, ditambah pola pikir pasar itu setiap kali ada kenaikan tertinggi terbarunya, IHSG biasanya akan melemah.
Dan ternyata persepsi tersebut terbukti ketika perdagangan awal hari ini IHSG bertengger di zona merah. Biasanya, kata dia, kedatangan presiden selalu direspons positif dengan laju indeks yang menghijau. Hanya saja momentum kali ini agaknya berbeda.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu












