Beranda Nasional Imbas Tragedi Kanjuruhan, Anggota DPR Minta PSSI Proaktif Ubah Manajemen Fans Klub

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Anggota DPR Minta PSSI Proaktif Ubah Manajemen Fans Klub

Tragedi Kanjuruhan yang Menewaskan 127 orang korban. Jumlah korban bahkan dipastikan terus bertambah. (ANTARA)

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi X DPR RI Sodik Mudjahid mengungkapkan keprihatinannya atas kabar duka Tragedi Kanjuruhan yang menyesakkan hati dan jiwa rakyat Indonesia. Sodik pun menyebut tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak terkait manajemen penonton dan manajemen supporter klub sepakbola (Fans Klub).

“Peristiwa ini, selain harus diusut dari sisi medis dan keamanan juga harus dijadikan hajaran, bukan pelajaran, yang berat, untuk penataan ulang yang mendasar tentang manajemen penonton dan manajemen pendukung suatu klub sepakbola,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari situs resmi DPR, Minggu (2/10) sore.

Sodik pun meminta PSSI dan semua pemangku kepentingan dalam dunia sepak bola harus terlibat dalam mengubah cara pandang manajemen pertandingan dan manajemen fans klub ini. Termasuk juga, menurutnya, soal pendekatan pembinaan dan pendidikan kepada pecinta bola dan para pendukung sebuah klub di Indonesia harus diubah secara fundamental.

“Dimulai soal semangat kebangsaan, persatuan Indonesia, budaya bhineka tunggal ika, sampai pendekatan model fans klub moderen seperti pendukung klub moderen di negara maju. Jika tidak ada perubahan yang fundamental mendasar, akan menggangu banyak hal seperti prestasi sepak bola, prestasi klub bahkan sampai kepada sangsi dan kepercayaan FIFA kepada PSSI,” urainya.

Seperti diketahui, tragedi nasional terjadi di lapangan sepak bola Indonesia. Sebanyak 127 nyawa melayang akibat kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10) kemarin. Perkembangan terakhir menunjukkan jumlah korban meninggal dunia terus bertambah menjadi 182 orang.

Tragedi tersebut menjadi tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola di Indonesia bahkan di dunia, dimana jumlah korban melebihi angka korban tragedi sepak bola di Liverpool.

(Megel Jekson)