Sumba, Nusa Tenggara Timur, aktual.com – Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) Kambajawa menggelar acara buka bersama di bulan ramadhan bersama umat muslim di Kabupaten Sumba Timur.
“Kegiatan buka bersama ini menjadi ajang untuk berbagi indahnya kebersamaan serta dapat menjadi wadah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar umat keberagaman,”ungkap RD. Yakobus Lodo Mema, Pr (Romo Jack) dalam sambutannya yang dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pastor, biarawati imam masjid serta Ibu-ibu Majelis Taklim Jumat (6/3/2026).
Ia mengatakan, buka bersama umat muslim adalah kegiatan silaturahmi yang menandakan bahwa persaudaraan masih hidup hingga saat ini. Kita berkumpul disini bukan sekedar berbuka puasa tetapi untuk berbagi hati ditengah dunia yang diwarnai perbedaan bahkan perpecahan.
Romo Jack menuturkan, dari kegiatan ini mari kita belajar makna hidup berdampingan, berbeda dalam keyakinan tetapi satu dalam kemanusiaan, saling menyapa, saling membantu dan saling manjaga.
“Semoga kebersamaan kita ini makin mempererat tali persaudaraan sehingga menjadi tempat yang damai, yang rukun dan penuh kasih,”ucapnya.
Kepada umat mulim pihaknya, menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa semoga diberikan kekuatan, kesehatan, keberkahan dan ampunan serta Ramadhan tahun ini menjadi pribadi yang lebih sabar dan bertakwa.
Ketua Pengadilan Agama Waingapu, H. Fahrurrozi dalam Tausyiahnya memuji inisiatif Gereja Paroki MBSM yang menggelar buka puasa bersama umat muslim yang dinilainya mengokohkan kerukanan antar umat beragama yang selama ini terpelihara dengan sangat baikdi Kabupaten Sumb Timur.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Maidah Ayat 82 yang menjelaskan bahwa diantara manusia yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman (islam) adalah mereka yang mengatakan
“Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang Nasrani, gambaran ayat tersebut disaksikan dalam kehidupan sehari-hari di Kabupaten Sumba Timur. salah satu contoh terlihat ketika umat Katolik dengan penuh persaudaraan mengundang umat islam untuk berbuka puasa bersama di Gereja,”ujarnya.
Fahrurrozi berulang kali memuji Kabupaten Sumba Timur sebagai daerah yang layak dijadikan role model kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Nilai-nilai toleransi dan persaudaraan di daerah ini tidak hanya menjadi wacana tetapi benar-benar hidup dalam prakatik keseharian.
“Kalau pemerintah memiliki program moderasi beragama atau kurikulum cinta maka role model yang ada di Sumba Timur masyarakat akan hidup rukun dan harmonis walaupun berbeda agama,”terang Fahrurrozi.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















