Jakarta, Aktual.co — Ada enam indikator kinerja ekonomi yang mengalami perbaikan dalam satu dekade terakhir, Pertama, pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai kisaran enam persen. Kedua adalah peranan pertumbuhan investasi yang meningkat dari 23 persen menjadi 31 persen pada 2013, serta kinerja perbankan nasional yang terus mengalami perbaikan sejak 2004.

“Kinerja perbankan terlihat dari perkembangan aset yang rata-rata tumbuh 16,41 persen, Dana Pihak Ketiga yang tumbuh 15,88 persen serta pertumbuhan kredit yang mencapai 21,62 persen,” ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam pemaparan proyeksi ekonomi Indonesia 2015 di Jakarta, Kamis (27/11).

Selain itu, Indef mencatat persentase angka kemiskinan menurun dari 16,66 persen pada 2004 menjadi 11,25 persen pada 2014, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka dan peningkatan pekerja formal dari 29,38 persen menjadi 39,9 persen pada 2013.

Enny menambahkan, indeks pembangunan manusia meningkat 7,45 persen dari sebelumnya hanya tercatat sebesar 68,7 persen pada sepuluh tahun yang lalu, menjadi kisaran 73,45 persen pada 2013. Enam indikator tersebut memang mengalami perbaikan, namun masih terdapat beberapa catatan, seperti pertumbuhan ekonomi yang masih didominasi sektor non-“tradeable” dan penyebaran investasi yang belum merata.

“Selain itu, penurunan pengangguran terbuka masih banyak yang hanya bergeser ke sektor informal, dan penurunan angka kemiskinan serta peningkatan indeks pembangunan manusia masih berjalan lambat,” jelas Enny.

(Eka)