Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan bahwa salah satu sumber penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2015 adalah konsumsi masyarakat yang relatif rendah dibanding periode sebelumnya. Tercatat semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat.

“Semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat. Hanya pengeluaran untuk makanan dan minuman, serta perumahan yang tidak melambat,” kata Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus di kantornya Jakarta, Jumat (8/5).

Menurutnya, turunnya konsumsi rumah tangga tersebut disebabkan karena depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), yang berimplikasi pada lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Selain itu masyarakat juga terbebani dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berfuktuatif terlebih di saat bersamaan tarif listrik dan gas elpiji juga ikut naik.

“Ini dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi untuk menjustifikasi setiap kenaikan harga. Itu kan komoditas yang pemerintah punya kendali mengatur harganya. Pemerintah justru tidak melakukan itu, dan ini memicu peningkatan harga lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi ini juga terjadi lantaran realisasi belanja pemerintah yang masih kecil atau hanya mencapai 2,52% dari pagu APBNP 2015. Padahal periode yang sama tahun 2014, realisasi belanja modal tembus di angka Rp12,34 triliun.

“‎Penyebabnya, lambatnya persiapan administrasi kelembagaan sejumlah kementerian. Seperti penggabungan kementerian, lelang jabatan. Jadi di internal sendiri yang menghambat realisasi penyerapan anggaran. Itu membuat proyek pembangunan infrastruktur tertunda,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka