Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia mengecam keras peristiwa penembakan tiga warga Muslim di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat, Selasa (10/2), sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan selain mengutuk tindakan itu, Indonesia juga berharap proses hukum pada pelaku penembakan tersebut dapat ditegakkan.
“Kita mengecam kekerasan yang ditujukan kepada kelompok-kelompok tertentu, dan kekerasan bukan solusi untuk apa pun,” kata dia, Jumat (13/2).
Saat ini, Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Konsul Jenderal di New York, AS, untuk memantau perkembangan terkini dan menentukan langkah selanjutnya dalam rangka melindungi WNI yang berada di sana.
Sebelumnya, setelah terjadi peristiwa penembakan di kantor media Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Januari 2015, Pemerintah Indonesia juga melakukan koordinasi dengan Kedubes RI di sana dan memberikan himbauan kepada para WNI di sana untuk tetap waspada.
“Kita sudah berkoordinasi dengan mereka (Konjen RI), tapi belum ada balasan, kemungkinan karena di sana masih dini hari,” kata Arrmaatha.
Motif penembakan terhadap tiga Muslim di Chapel Hill, North Carolina, bernama Deah Shaddy Barakat, Yusor Mohammad dan Razan Mohammad ditengarai berbagai pihak terkait kebencian pelaku yang bernama Craig Hicks terhadap kepercayaan mereka.

Artikel ini ditulis oleh: