Jakarta, aktual.com – Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto menyampaikan bahwa Indonesia akan menampilkan konsep Ibu Kota Nusantara (IKN) pada ajang Hannover Messe 2023, di mana RI menjadi negara mitra (partner country).

“Ada yang menarik yang akan kami tampilkan pada Hannover Messe tahun depan, selain kami menampilkan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, yang istimewa kami juga akan menampilkan konsep dari IKN,” kata Eko di Jakarta, Selasa (6/12).

Eko mengatakan konsep IKN dipandang istimewa untuk ditampilkan karena IKN disiapkan dengan beberapa pendekatan, mulai dari pendekatan keberlanjutan, efisiensi, kemudahan akses, dan aspek rendah emisi, serta konektivitas.

“Dan semua itu teknologinya ada di Hannover Messe. Dengan showcase tersebut, kita berharap pembangunan IKN bisa lebih terakselerasi,” kata Eko.

Tentunya, lanjut Eko, Indonesia bisa membuktikan kepada dunia terkait upaya yang telah diinisiasi untuk menjadi bagian dari kekuatan ekonomi dunia pada 2030

Eko memaparkan Indonesia kembali dipilih sebagai partner country Hannover Messe pada 2023 secara tatap muka, setelah sebelumnya juga menjadi partner country Hannover Messe 2021 yang diselenggarakan secara digital.

Indonesia akan tampil pada ajang teknologi terbesar dunia tersebut pada 17-21 April 2023 di Hannover, Jerman.

Menurut Eko, puluhan juta mengunjungi pameran Indonesia sebagai partner country pada Hannover Messe 2021, baik secara virtual maupun sebagian tatap muka.

Perhelatan tersebut dinilai sukses, karena mampu mendatangkan investasi bagi tanah air, di mana salah satu yang terbesar yakni investasi untuk semi konduktor.

“Showcase yang kita lakukan membuktikan dan meyakinkan para penyedia teknologi, para investor untuk mengamankan investasinya di Indonesia, karena yakin bahwa Indonesia sebagai tempat bagi industri mereka untuk menyambut masa depan,” kata Eko.

Eko menambahkan Kemenperin mendapat persetujuan anggaran melalui DPR untuk penyelenggaraan Hannover Messe sebesar Rp140 miliar.

“Anggaran ini keseluruhannya digunakan untuk official program mulai dari penyiapan national paviliun, penyiapan booth-booth untuk eksibitor. Jadi kami akan membiayai seluruh booth-nya. Jadi eksibitor itu tinggal datang membawa barangnya ke sana,” ujar Eko.

Selain itu, anggaran juga digunakan untuk penyelenggaraan seminar, konferensi, dan biaya logistik. Adapun lahan yang akan ditempati Indonesia sebagai partner country adalah seluas 3.200 meter persegi.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)