Jakarta, Aktual.co — Berdasarkan data Direktorrat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), posisi pinjaman Indonesia pada Bank Dunia per 31 Maret 2015 tercatat sebesar Rp182,81 triliun atau 26,2 persen dari total pinjaman yang ada. Namun, Menkeu Bambang Brodjonegoro mengatakan meminjam uang ke Bank Dunia adalah hal yang biasa.
“Kalau penerimaan belum bisa tinggi, kebutuhan belanja masih besar, ya terpaksa kita harus melakukan utang,” ujar Bambang di kantor Kemenkeu Jakarta, Kamis (30/4).
Lebih lanjut dikatakan dia, penerimaan yang ada saat ini masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan, termasuk belanja besar infrastruktur. “Ini yang sebagian besar akan dari penerimaan, tapi ada yang belum bisa ditutup oleh penerimaan, itu harus berasal dari pinjaman.”
Mengenai adanya penurunan pada sektor riil di triwulan pertama 2015, Bambang berharap peningkatan akan terjadi ada bulan ini. “Pergerakan belanja pemerintah mulai jalan, kita harapkan ada dampak berganda, atau multiple effect dari belanja pemerintah, khususnya infrastruktur,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: