Jakarta, Aktual.co — Produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) DKI Jakarta triwulan III 2014 terhadap triwulan III 2013 (y-on-y) naik 7,91 persen karena kenaikan produksi peralatan listrik, logam dan non-mesin serta galian non-logam.
“Produksi industri manufaktur besar dan sedang secara y-on-y pada triwulan III 2014 Jakarta mengalami kenaikan 7,91 persen terhadap triwulan III 2013, triwulan II 2014 terhadap triwulan II 2013 naik 7,59 persen serta triwulan I 2014 terhadap triwulan I 2013 naik 8,89 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi DKI Jakarta, Dody Rudyanto di Jakarta, Selasa (4/11).
Jenis industri manufaktur DKI Jakarta yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi (y-on-y) pada triwulan III 2014 terhadap triwulan III 2013 adalah peralatan listrik sebesar 8,83 persen, barang logam dan non-mesin 7,36 persen serta galian non-logam 7,22 persen.
Selanjutnya industri farmasi naik 5,11 persen, kendaraan bermotor 4,07, alat angkutan 3,19 persen, makanan 2,27, mesin dan perlengkapan 1,08 persen serta pakaian jadi 0,45 persen.
Sedangkan industri yang mengalami penurunan adalah furniture sebanyak 7,51 persen, bahan kimia 5,63 persen, karet dan plastik 5,35 persen, kertas 2,58 persen, percetakan dan rekaman 2,22 persen serta pengolahan lainnya 0,9 persen.
Sementara itu, pertumbuhan produksi industri besar dan sedang triwulan III 2014 terhadap triwulan II 2014 (q to q) naik 2,44 persen dan triwulan II 2014 terhadap triwulan I 2014 naik 3,06.
Kenaikan triwulan III 2014 terhadap triwulan II 2014 tersebut disebabkan kenaikan produksi kendaraan bermotor dan trailer, makanan serta mesin. Sedangkan industri yang turun adalah pengolahan lainnya, galian bukan logam dan alat angkutan.
Tidak hanya industri besar dan sedang, industri mikro dan kecil triwulan III 2014 (y-on-y) juga meningkat sebesar 5,48 persen karena peningkatan industri alat angkut dan minuman.
Secara keseluruhan dari triwulan I hingga triwulan III 2014, produkdi industri mikro dan kecil DKI Jakarta naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,20 persen.

()

(Andy Abdul Hamid)