Jakarta, Aktual.co — CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengungkapkan mengapa pihaknya tetap menjalankan kompetisi QNB League tetap dengan 18 klub. Padahal, Badan Olahraga Profesional Indonesia, hanya merekomendasi 16 klub saja.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PSSI itu mengungkapkan, pihaknya tetap menjalankan kompetisi dengan 18 klub, karena hasil keputusan yang diambil oleh anggota Exekutive Commitee (Exco) PSSI dalam rapatnya.

“Keputusan tersebut telah melalui Komite Eksekutif PSSI. Karena komite tersebut mempunyai kewenangan untuk menentukan jumlah klub, kapan, dan di mana dari sebuah kompetisi,” kata Joko Driyono usai melakukan pertemuan dengan BOPI di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4).

BOPI, dari 18 klub peserta QNB League, hanya merekomendasi 16 klub yang boleh mengikuti kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air.

BOPI beralasan, tak merekomendasi dua klub tersebut, karena keduanya masih bermasalah dengan legalitas kepemilikan.

Artikel ini ditulis oleh: