Jakarta, Aktual.com-Sepanjang tahun 2017, kapas menjadi komoditas yang paling menguntungkan ketimbang komoditas pertanian lainnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat (29/12), disebutkan jika harga kapas me nembus level US$78 sen per pon, atau naik dari level sebelumnya US$73 sen per pon pada awal tahun 2017.
Dikutip dari Boomberg, dari sembilan komponen yang dilacak oleh Bloomberg Agriculture Subindex, hanya kontrak kapas dan gandum yang memperoleh keuntungan di tahun 2017. Kapas bertengger diatas dengan ditandai kenaikan 11% seiring dengan permintaan yang tumbuh sebagai imbas ekspor AS.
Sedangkan anggota lain dari Bloomberg Agriculture Subindex – jagung, kedelai, bungkil kedelai, minyak kedelai, gula dan kopi, diujung tahun 2017 ini justru mengalami kerugian. Indeks tersebut mencapai rekor terendah pada bulan Desember.
Adapun Pakistan dan India, dua negara produsen terbesar di dunia meningkatkan prospek pengiriman ke AS. Data dari pemerintah yang bersangkutan menunjukkan,
“Pada musim 2017/2018, komitmen untuk ekspor kapas AS berjalan 29% lebih tinggi dari tahun Sebelumnya.
Sematara harga ditutup 2017 dengan 10 sesi kenaikan mingguan berturut-turut, beruntun terbaik sejak 1998.
Sesuai data Commodity Futures Trading Commissio (CFTC) yang dirilis Jumat, kapas juga sebagai salah satu dari sedikit tanaman yang mengumpulkan dana lebih positif selama tahun ini dengan memegang posisi net-long mencapai 102.402 futures pada 26 Desember. Angka tersebut naik dari 76.052 pada akhir 2016
Sedangkan kontrak benchmark tanaman lain seperti jagung, gandum, dan kedelai mencapai posisi net-short 421.450 kontrak pada 26 Desember. Itu yang paling bearish dalam data yang dimulai tahun 2006.
“Keuntungan kapas sangat penting dalam setahun yang sangat suram bagi kebanyakan tanaman lain di tengah glough global yang besar,” urai CFTC.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















