Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy

Jakarta, Aktual.Com- Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (Romi) menyebut jika demonstrasi sebagai sarana menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional dari setiap warga negara.

Pernyataan tersebut untuk merespon aksi bela Islam 313 yang digelar hari ini Jumat (31/3) yang mendesak agar Presiden Jokowi untuk segera mencopot terdakwa penista agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Namun, penyampaian aspirasi tersebut harus dilakukan dengan damai layaknya aksi sebelumnya sehingga tidak mengganggu proses Pilkada DKI putaran kedua ini.

“Kita tentu menghormati demo 313, tapi kita berharap tidak mengganggu proses Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar dalam waktu 3 pekan lagi, jangan aksi kemudian melenceng dari tiga aksi sebelumnya yang berlangsung super damai,” kata Romi dalam keterangan tertulisnya, di Malang, Jawa Timur, Jumat (31/3).

Dikatakan Romi, meminta semua pihak agar menghormati proses pengadilan penodaan agama yang tengah berlangsung.

Para masa aksi pun, sambung dia, agar tidak mengganggu ketertiban umum, berjalan damai dan lancar, caranya adalah para peserta aksi tetap waspada terhadap orang-orang tidak bertanggung jawab yang hendak memprovokasi.

“Waspadai kalau ada provokasi, karena setiap berkumpulnya masa dalam jumlah besar selalu memancing yang namanya kemungkinan adanya provokasi,” papar dia.

“Jaga baik-baik agar tidak menggangu kelancaran lalu lintas di Jakarta dan tidak mengganggu kondusifitas Pilkada DKIJakarta,” tukas Romi.

Pewarta : Novrizal Sikumbang

(Bawaan Situs)