Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua melakukan unjukrasa di depan kantor Freeport, Jakarta, Kamis (29/3/18). Dalam aksinya mereka meminta kepada pemerintah untuk menutup Freeport serta menghentikan rekayasa konflik di Timika. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pimpinan BUMN PT Inalum masuk dalam jajaran direksi dan komisaris PT Freeport setelah 51,2 persen saham perusahaan tambang tersebut dimiliki Indonesia.

“Yang jelas kami (BUMN) masuk dalam direksi dan komisaris di PT Freeport dan coba kalian (wartawan) tanya langsung ke PT Inalum sebagai pemegang saham,” kata Rini, Sabtu (22/12).

Menurutnya, divestasi saham PT Freeport Indonesia ini sudah selesai setelah holding BUMN pertambangan PT Inalum (Persero) membayar lunas 3,85 miliar dolar AS atau setara Rp55,8 triliun ke Freeport McMoRan (FCX).

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya memaparkan susunan baru direksi PT Freeport Indonesia setelah dikuasai oleh Indonesia.

“Direksinya ada 4 orang Indonesia dan 2 orang non Indonesia, Direktur Utamanya Tony Wenas,” kata Budi, Jumat (21/12).

Berikut adalah susunan lengkapnya: Direktur Utama Clayton Allen Wenas (Tony Wenas) Wakil Direktur Utama Orias Petrus Moedak, Direktur Jenpino Ngabdi, Direktur Achmad Ardianto, Direktur Robet Charles Schroeder, Direktur Mark Jerome Johnson Sementara itu untuk jajaran komisaris: Presiden Komisaris Richard Adkerson, Wakil Komisaris Utama Amien Sunaryadi, Komisaris Budi Gunadi Sadikin, Komisaris Hinsa Siburian Komisaris Kathleen Lynne Quirk, Komisaris Adrianto Machribie. (ant)

(Ismed Eka Kusuma)