Jakarta, Aktual.com- Kepolisian sejauh ini masih menyimpan sekitar puluhan senjata pelontar granat infanteri. Mabes Polri menegaskan senjata tersebut adalah sisa peninggalan ketika Polri masih bergabung bersama ABRI.
Kabag Penerangan Umum Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan ke semuanya tidak akan digunakan lagi selain untuk pengenalan senjata ke calon anggota Brigade Mobile (Brimob).
Nantinya senjata yang diketahui masih ada puluhan itu akan dihabiskan untuk pengenalan senjata saja bagi anggota Brimob.
“Masih ada, tidak lebih dari 50-an. Tentu akan dihabiskan untuk latihan,” ucap Martin, Minggu (1/10).
Dia juga menegaskan setelah senjata tersebut habis, Polri pun tidak akan melakukan pengadaan akan senjata penghancur tank itu. Pasalnya, Polri memang tidak memerlukan senjata jenis itu.
“Iya persis. Jadi makin lama makin gak ada. Tugas kita melindungi dan mengayomi masyarakat. Tegakkan hukum, pelihara kamtibmas. Itu tidak kita butuhkan, maka yang terjadi adalah yang terlihat adalah yang ditunjukkan kepada calon- calon anggota Brimob,” katanya.
Diketahui sebelumnya, di jejaring sosial beredar massal video latihan anggota polisi menggunakan senjata penghancur tank.
Kemunculan video ini berdekatan dengan viralnya pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang memperingatkan polisi untuk tidak memiliki senjata penghancur tank.
Karena itu, video latihan anggota polisi ini pun viral dan segera mendapat klarifikasi dari kepolisian dengan dalih sebagai proses pengenalan senjata kepada anggotanya.
Pewarta : Fadlan Butho
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs















