Medan, Aktual.co — Kecelakaan maut truk masuk sungai terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tepatnya di Desa Mas Nauli, Kecamatan Sirandorung, sekitar pukul 07.00 Wib, Kamis (28/5) pagi.
Tragis, sebanyak 17 pelajar terdiri dari 10 pelajar SMA dan 7 pelajar SMP yang merupakan warga Kecamatan Manduamas menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut itu. 5 pelajar lainnya mengalami luka berat dan harus dirawat secara intensif.
Camat Manduamas Sehat Munthe yang dikonfirmasi Aktual.co menyebutkan, saat ini, para korban sudah dijemput dari puskemas oleh keluarga dan dibawa ke rumah duka.
“Itu korbannya, semua warga Kecamatan Manduamas. Tapi kejadian kecelakaan terjadi di Desa Mas Nauli, Kecamatan Sirandorung. (Korban) sudah, sudah dibawa ke rumah duka,” terang Sehat kepada Aktual.co dari balik seluler.
Kecelakaan itu dialami sebuah truk yang dimodifikasi sedemikian rupa dan digunakan sebagai bus pengangkut anak-anak sekolah dan karyawan sebuah perusahaan kelapa sawit, PT. SGSR.
“Itu sebenarnya truk, yang dimodifikasi untuk mengangkut anak-anak sekolah dan karyawan perusahaan itu (menyerupai bus-red). Tiap pagi memang bawa anak-anak. Karena kan, di desa itu yang ada sekolah SD, jadi yang SMP dan SMP sekolah ke pusat kecamatan,” tutur Sehat.
Terpisah, Kapolsek Manduamas, AKP Endah Iskandar menjelaskan, kecelakaan tragis itu bermula saat ban sebelah kanan bagian depan truk secara tiba-tiba terlepas.
Truk tak dapat dikendalikan oleh supir. Akibatnya, truk terbalik dan terjun ke dalam bekas galian parit perkebunan sawit PT.SGSR sedalam 3 meter. Galian parit itu disebutkan penuh air bercampur lumpur.
“Ya oleng, terbalik masuk ke dalam parit bekas galian tersebut. Sementara mungkin karena air bercampur lumpur. Korban saat di evakuasi berlumpur semua,” tutur Kapolsek Endah.
Jumlah korban, sempat simpang siur. Awalnya, korban diperkirakan mencapai 19 orang. 17 yang sudah berhasil di evakuasi dan 2 lagi masih pencarian. Sementara 5 korban lainnya mengalami luka berat. Belakangan diketahui, jumlah korban tewas hanya 17 orang.
“Yang positif 17 orang, 5 luka berat. Yang dua lagi simpang siur, posisi kan gak dikenal, yang mencari sepupunya,” terang Kapolsek.
Atas kecelakaan itu, pihak kepolisian telah menetapkan seorang tersangka, Rahmatdani. Yang merupakan supir truk pengangkut puluhan pelajar itu.
Artikel ini ditulis oleh:

















