Jakarta, Aktual.com-Ini kronologis kejadian penyerangan rumah Ketua DPD FPI DKI Jakarta KH Buya Abdul Majid, yang diduga dilakukan oleh kelompok orang ambon dan banser, di Kramat Lontar, Jakarta, Senin 17 April kemarin, sekira pukul Pukul 23.00 WIB
Pukul 23.15 WIB
Tetapi dengan kuasa Allah SWT yang telah mempersatukan warga sekitar Lontar, Sentiong, Bang Japar, dan beberapa murid Buya Majid dengan sigap dan siap siaga menjaga kediaman beliau.
Sebelum ada penyerangan
Pukul 21.00 WIB
Terdengar kabar dari warga setempat timses paslon 2 Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saeful Hidatyat ingin bagi bagi sembako berisi amplop(seragan fajar) untuk acara besok Selasa (18/4) pagi dan banyak barang bukti sembako dirumah timses paslon 2.
Pukul 23.45 WIB
Benar saja Kelompok Orang Ambon dan Banser mengeroyok salah seorang murid buya ketika sedang memesan kopi hangat dan tentu saja peristiwa tersebut memicu kemarahan warga setempat, pada saat itu suasana sangat memanas.. terdengar pekik “TAKBIR….” berulang kali.!!!
Dengan sambutan
ALLAHU AKBAR . . .
ALLAHU AKBAR . . .
ALLAHU AKBAR . . .
KAMI SIAP JIHAD WARGA KRAMAT LONTAR… sautan salah satu warga… dan dengan cepat diredam dengan bijaksana oleh guru kita, KH. Buya Abdul Majid…
Beberapa saat orang orang Kelompok dari ambon dan Banser memulai memicu keributan dengan melempar batu dan merengsak maju menyerang warga.
“Dan dengan modal niat tekad jihad, kami warga setempat menghalau serangan mereka kaum” munafik,” ucap seorang warga, Ibnu.
Walaupun dengan tangan kosong sambung Ibnu, kami maju dan dengan mata kepala saya sendiri melihat salah satu anggota Banser ada yang membawa senjata api. “Kami tidak gentar,” ucap dia.
Kelompok orang Ambon yang membawa senjata tajam kata Ibnu berhasil dikalahkan dan dipukul dan mundur oleh warga atas izin Allah. “Sangat disayangkan pihak polisi bukan melerai malah membekingi ambon dengan motor trial serang balik warga , sehingga warga mundur bahkan ada salah satu murid Buya yang terlindas dan dipukuli aparat polisi,” jelas Ibnu.
“Sudah jelas polisi tidak memihak kepada rakyat dan dimata kami seperti bukan aparat melainkan keparat yang membantai dengan keji murid buya seperti binatang. Setelah beberapa menit(sekitar 20 menit) datanglah Laskar FPI untuk menolong murid buya tersebut,” jelas Ibnu
Selasa 18 april 2017
Pukul 01.30
Di Jl Kramat Lontar Jakpus, sudah padat polisi dengan motor tril dan senjata gas air mata siap menembaki kami warga Kramat Lontar (dari uang rakyat untuk rakyat) dan situasi dilokasi semakin ramai dan mencekam.
Pukul 02.00 WIB
Lagi lagi KH. Buya Abdul Majid meredamkami semua dengan membaca Maulid dan Surat Yasin ..
“Subhannallah, sungguh engkau ulama dan guru panutan umat islam yg bijak,” ucap Ibnu.
Pukul 03.50
Setelah selesai membaca Maulid dan Surat Yasin sambung Ibnu warga dan massa yang tergabung dari beberapa ormas membubarkan diri. “Tetapi terlihat beberapa jawara dan Laskar FPI masih menjaga kediaman Buya Majid. Sampai Adzan Subuh mereka tetap berjaga secara bergantian,” ucap Ibnu.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















